Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Astronom Temukan Bintang Raksasa WOH G64 Berubah Menjadi Kuning, Tanda Ledakan Supernova?

Thalatie K Yani
27/2/2026 09:29
Astronom Temukan Bintang Raksasa WOH G64 Berubah Menjadi Kuning, Tanda Ledakan Supernova?
Ilustrasi Bintang monster WOH G64 terpantau berubah dari Supergiant Merah menjadi Hypergiant Kuning.(Daniel Cea Martinez)

PARA astronom baru saja menyaksikan peristiwa kosmik luar biasa: salah satu bintang terbesar di alam semesta tengah mengalami metamorfosis dramatis. Bintang raksasa bernama WOH G64 ini terpantau berubah bentuk, sebuah proses yang diyakini sebagai "prakata" sebelum ia meledak dalam simfoni supernova dan melahirkan lubang hitam (black hole).

WOH G64 terletak di galaksi satelit Bima Sakti, Awan Magellan Besar (Large Magellanic Cloud), berjarak sekitar 163.000 tahun cahaya dari Bumi. Ukurannya tak main-main, 1.540 kali lebih besar dari matahari dengan tingkat kecerahan mencapai 282.000 kali lipat. Sejak ditemukan pada 1970-an, ia dikenal sebagai bintang Red Supergiant (Supergiant Merah).

Perubahan Warna yang Mengejutkan

Namun, penelitian terbaru yang dipimpin Gonzalo Muñoz-Sanchez dari National Observatory of Athens mengungkapkan perubahan drastis sejak 2014. Bintang ini mengalami kenaikan suhu permukaan dan perubahan warna dari merah menjadi kuning. Fenomena ini menandakan transisi menjadi Yellow Hypergiant (Hypergiant Kuning). Fase yang sangat langka dan singkat sebelum kematian sebuah bintang.

"Nasib bintang dengan massa 23 hingga 30 kali matahari setelah berevolusi menjadi supergiant merah masih menjadi misteri," ujar Muñoz-Sanchez kepada Space.com. "WOH G64 mungkin menjadi kunci untuk menjawab apakah bintang-bintang ekstrem ini akan meledak sebagai supernova, langsung runtuh menjadi lubang hitam, atau melewati fase kuning sebelum ajalnya tiba."

Perubahan suhu dan warna yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun ini tergolong sangat cepat dalam skala waktu astronomi, terutama karena prosesnya berlangsung "halus" tanpa ledakan keras yang mendahuluinya.

Muda, Raksasa, dan Tidak Sendirian

Meski baru berusia 5 juta tahun, jauh lebih muda dibanding matahari kita yang berusia 4,6 miliar tahun, WOH G64 sudah mendekati akhir hidupnya. Hal ini terjadi karena bintang masif cenderung "hidup cepat dan mati muda," membakar bahan bakar nuklirnya dengan kecepatan ekstrem.

Menariknya, tim ilmuwan juga menemukan WOH G64 tidak sendirian. Ia merupakan bagian dari sistem biner yang memiliki bintang pendamping. Interaksi antar-bintang ini diduga kuat memengaruhi transformasinya. Ada kemungkinan bintang utama menarik materi dari pendampingnya, yang membantu mengikis lapisan luar bintang dan memicu perubahan suhu ke arah warna kuning.

Kapan Ledakan Terjadi?

Secara astronomis, WOH G64 diperkirakan akan mengalami keruntuhan inti dalam waktu "dekat". Namun, dalam skala manusia, waktu dekat tersebut berarti antara seratus hingga beberapa ribu tahun lagi.

"Kejadian tersebut akan menjadi luar biasa, namun sangat tidak mungkin terjadi dalam masa hidup kita. Kami bahkan belum yakin apakah bintang ini benar-benar akan meledak sebagai supernova," pungkas Muñoz-Sanchez. Hasil penelitian ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal Nature pada Senin (23/2). (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya