Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Tanpa Ledakan Supernova, Bintang M31-2014-DS1 Diduga Berubah Jadi Lubang Hitam

N Apuan Iskandar
15/2/2026 13:38
Tanpa Ledakan Supernova, Bintang M31-2014-DS1 Diduga Berubah Jadi Lubang Hitam
Ilustrasi(Freepik)

TIM astronom internasional melaporkan hasil pemantauan jangka panjang terhadap bintang masif M31-2014-DS1 di Galaksi Andromeda yang diduga telah runtuh dan membentuk lubang hitam tanpa ledakan supernova terang. 

Temuan ini menambah bukti mengenai fenomena “failed supernova”, yakni peristiwa ketika bintang masif kolaps langsung menjadi lubang hitam tanpa kilatan cahaya besar yang biasanya menyertai kematian bintang.

Galaksi Andromeda atau Messier 31 merupakan galaksi spiral terdekat dari Bima Sakti, berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi. 

Karena kedekatannya secara kosmik, Andromeda menjadi laboratorium alami bagi para ilmuwan untuk mempelajari evolusi bintang dan dinamika galaksi.

Objek M31-2014-DS1 pertama kali teridentifikasi sebagai kandidat bintang masif yang mengalami peningkatan kecerlangan pada 2014. Namun, alih-alih meledak sebagai supernova terang, sumber cahaya tersebut perlahan meredup dan akhirnya menghilang dari pengamatan optik. 

Pemantauan lanjutan menggunakan teleskop inframerah dan sinar-X menunjukkan adanya jejak material yang mengindikasikan proses kolaps inti.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal, sekitar 10% hingga 30% bintang masif berpotensi berakhir sebagai failed supernova. 

Dalam skenario ini, inti bintang runtuh akibat gravitasi ekstrem dan langsung membentuk lubang hitam, sementara sebagian besar materi bintang tertarik masuk tanpa menghasilkan ledakan besar.

Fenomena serupa sebelumnya pernah diamati di galaksi lain, termasuk kandidat yang dilaporkan pada 2017 menggunakan data dari NASA dan European Space Agency. 

Pengamatan tersebut memperkuat teori bahwa tidak semua kematian bintang masif menghasilkan supernova spektakuler seperti yang umum terlihat di langit malam.

Para peneliti menjelaskan bahwa mendeteksi lubang hitam yang baru terbentuk bukanlah hal mudah. Tanpa ledakan terang sebagai penanda, astronom harus memantau perubahan luminositas jangka panjang dan mencari radiasi inframerah atau sinar-X dari materi yang tersisa. Dalam kasus M31-2014-DS1, hilangnya cahaya optik yang disertai sinyal radiasi tertentu menjadi indikasi kuat terbentuknya lubang hitam.

Studi ini memberikan wawasan penting mengenai siklus hidup bintang masif serta kontribusinya terhadap populasi lubang hitam di alam semesta. Selain itu, pemahaman tentang failed supernova membantu ilmuwan memperkirakan jumlah lubang hitam tersembunyi yang mungkin jauh lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Dengan terus berkembangnya teknologi teleskop generasi baru, astronom berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak kasus serupa di masa mendatang, sehingga misteri akhir kehidupan bintang dapat terungkap lebih komprehensif. (The Astrophysical Journal, NASA, ESA/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya