Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Muncul Dugaan Superkilonova Pertama, Ledakan Bintang Terbesar di Alam Semesta

Abi Rama
20/12/2025 12:26
Muncul Dugaan Superkilonova Pertama, Ledakan Bintang Terbesar di Alam Semesta
Ilustrasi(Space)

Para astronom tengah menyoroti sebuah peristiwa di alam semesta yang diduga sebagai superkilonova, jenis ledakan kosmik yang selama ini hanya ada dalam teori. Mengutip dari laman Space, peristiwa ini terdeteksi melalui sinyal gelombang gravitasi pada 18 Agustus lalu oleh Ligo dan Virgo, dua observatorium khusus yang memantau getaran ruang-waktu akibat kejadian ekstrem di luar angkasa.

Superkilonova disebut sebagai versi lebih ekstrem dari kilonova. Jika kilonova terjadi saat dua bintang neutron bertabrakan, superkilonova justru diawali oleh ledakan supernova yang melahirkan dua bintang neutron sekaligus, sebelum keduanya akhirnya saling mendekat dan menyatu.

Tak lama setelah gelombang gravitasi terdeteksi, para astronom di berbagai belahan dunia mengarahkan teleskop mereka ke sumber sinyal tersebut. Zwicky Transient Facility (ZTF) di California menjadi yang pertama menemukan objek merah yang meredup cepat, berjarak sekitar 1,3 miliar tahun cahaya dari Bumi, tepat di lokasi asal gelombang gravitasi.

Pada awalnya, peristiwa yang diberi nama AT2025ulz itu tampak sangat mirip dengan kilonova pertama yang tercatat pada 2017. Namun, beberapa hari kemudian, sifatnya berubah. Cahaya yang semula memerah justru kembali terang dan berwarna kebiruan, disertai tanda-tanda hidrogen yang menjadi ciri khas dari supernova.

Perubahan ini sempat membuat sebagian ilmuwan mengira AT2025ulz hanyalah supernova biasa. Namun, tim peneliti yang dipimpin Mansi Kasliwal dari California Institute of Technology ini melihat ada suatu kejanggalan. Data gelombang gravitasi menunjukkan bahwa salah satu bintang neutron yang terlibat memiliki massa lebih kecil dari Matahari, sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Menurut para ilmuwan, bintang neutron sekecil itu kemungkinan hanya bisa terbentuk dari bintang yang berputar sangat cepat saat meledak sebagai supernova. Dalam kondisi tertentu, ledakan tersebut bisa melahirkan dua bintang neutron kecil yang kemudian saling mengorbit, memancarkan gelombang gravitasi, dan akhirnya bertabrakan.

Tumbukan inilah yang memicu kilonova dan menghasilkan unsur-unsur berat seperti emas. Namun, berbeda dari kilonova biasa, cahaya dari peristiwa ini perlahan tertutup oleh puing-puing supernova yang mengembang, sehingga tampak seolah-olah kilonova menghilang di balik ledakan bintang yang lebih besar. Meski sangat menjanjikan, para peneliti mengakui bahwa bukti yang ada belum cukup untuk memastikan AT2025ulz sebagai superkilonova pertama.

“Meski belum bisa dipastikan sepenuhnya, peristiwa ini membuka mata kami bahwa kilonova di alam semesta bisa tampil jauh lebih rumit dari yang selama ini diperkirakan,” ujar Kasliwal dikutip dari laman yang sama.

Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters dan menjadi salah satu kandidat penemuan paling menarik dalam dunia astronomi tahun 2025. (Space/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik