Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ilmuwan Temukan Bintang Pendamping Betelgeuse Bernama 'Siwarha'

Thalatie K Yani
07/1/2026 10:47
Ilmuwan Temukan Bintang Pendamping Betelgeuse Bernama 'Siwarha'
Ilustrasi - Astronomer akhirnya membuktikan keberadaan Siwarha, bintang pendamping Betelgeuse. Penemuan ini menjelaskan mengapa bintang raksasa merah ini sering meredup secara aneh. (NASA)

SELAMA bertahun-tahun, Betelgeuse menjadi salah satu objek paling menarik sekaligus membingungkan bagi para astronom. Bintang raksasa merah yang bersinar terang di langit malam ini sering menunjukkan perilaku aneh, mulai dari meredup secara tiba-tiba hingga berubah tingkat kecerlangannya.

Setelah spekulasi panjang, para ilmuwan akhirnya menemukan jawaban di balik misteri tersebut. Menggunakan pengamatan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble dan observatorium berbasis darat, para peneliti berhasil mendeteksi keberadaan bintang pendamping tersembunyi yang dinamai Siwarha.

"Ide bahwa Betelgeuse memiliki pendamping yang tidak terdeteksi telah populer selama beberapa tahun terakhir, tetapi tanpa bukti langsung, itu hanyalah teori yang belum terbukti," ujar penulis utama studi, Andrea Dupree, seorang astronom di Center for Astrophysics | Harvard & Smithsonian (CfA), dalam pernyataan NASA.

Mendeteksi 'Jejak' di Atmosfer Bintang

Keberadaan Siwarha terkonfirmasi setelah para peneliti menemukan "wake" atau jejak gas yang ditinggalkan oleh bintang tersebut saat bergerak melalui atmosfer luar Betelgeuse yang sangat luas. Jejak ini memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan gas atmosfer di sekitarnya.

Tim peneliti yang menggunakan data gabungan dari Hubble, Observatorium Fred Lawrence Whipple di Arizona, dan Observatorium Roque de Los Muchachos di Kepulauan Canary, melihat pola perubahan unik setiap enam tahun sekali. Ketika Siwarha melintas di antara Betelgeuse dan Bumi, kerapatan gas pada jalurnya mengubah spektrum warna elemen di atmosfer raksasa merah tersebut.

"Ini sedikit mirip dengan perahu yang bergerak melalui air. Bintang pendamping tersebut menciptakan efek riak di atmosfer Betelgeuse yang benar-benar dapat kita lihat dalam data," jelas Dupree.

"Untuk pertama kalinya, kita melihat tanda-tanda langsung dari jejak gas ini, yang mengonfirmasi bahwa Betelgeuse benar-benar memiliki pendamping tersembunyi yang membentuk penampilan dan perilakunya."

Memahami Evolusi Menuju Supernova

Penemuan ini bukan sekadar menjawab rasa penasaran mengenai perubahan cahaya Betelgeuse. Lebih jauh lagi, identitas Siwarha membantu ilmuwan memahami fase akhir kehidupan sebuah bintang sebelum meledak sebagai supernova.

"Dengan bukti langsung baru ini, Betelgeuse memberi kita kursi barisan depan untuk menyaksikan bagaimana sebuah bintang raksasa berubah seiring waktu," kata Dupree. "Menemukan jejak dari pendampingnya berarti kita sekarang dapat memahami bagaimana bintang-bintang seperti ini berevolusi, melepaskan materi, dan akhirnya meledak sebagai supernova."

Hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan ke-247 American Astronomical Society di Phoenix, Arizona, dan akan diterbitkan dalam The Astrophysical Journal. Para peneliti kini tengah bersiap untuk pengamatan selanjutnya pada tahun 2027, saat Siwarha diprediksi akan kembali terlihat melintasi orbitnya. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik