Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Astronom Usulkan Misi Klip Kertas Jelajahi Lubang Hitam

Nadhira Izzati A
02/3/2026 22:51
Astronom Usulkan Misi Klip Kertas Jelajahi Lubang Hitam
Pesawat Luar Angkasa Seukuran Klip Kertas untuk Jelajahi Lubang Hitam.(Dok. Space)

ASTROFISIKAWAN Cosimo Bambi dari Universitas Fudan di China mengusulkan sebuah terobosan yang sebelumnya dianggap mustahil, yakni misi antarbintang menuju lubang hitam terdekat menggunakan teknologi nanocraft.

"Saya sedang mencari cara yang benar-benar baru untuk mempelajari lubang hitam," kata Bambi dalam publikasinya di jurnal iScience. Ia menyadari bahwa misi antarbintang ke lubang hitam terdekat bukanlah hal yang tidak realistis, meskipun memerlukan lompatan teknologi besar.

Menguji Batas Teori Relativitas Einstein

Lubang hitam menghasilkan medan gravitasi terkuat di alam semesta. Begitu kuatnya, bahkan cahaya tidak cukup cepat untuk mencapai kecepatan lepas dari cengkeramannya. Meskipun sains telah mengetahui banyak hal tentang perilaku objek ini, struktur di dalam cakrawala peristiwa (event horizon) tetap menjadi misteri.

Bambi meyakini bahwa mengirimkan wahana tak berawak yang beratnya tidak lebih dari penjepit kertas (sekitar 1 gram) adalah solusi paling efisien. Wahana ini akan didorong oleh sinar laser berkekuatan tinggi dan melesat dengan kecepatan cahaya untuk mengorbit lubang hitam, sekaligus menguji apakah prediksi Relativitas Umum Einstein tetap berlaku di lingkungan ekstrem tersebut.

Nanocraft adalah teknologi pesawat ruang angkasa skala gram yang menggunakan layar cahaya (light sail) untuk didorong oleh laser hingga mencapai kecepatan fraksional cahaya.

Target: Lubang Hitam dalam Radius 25 Tahun Cahaya

Rencana ambisius ini memfokuskan pada dua rintangan utama: identifikasi target dan kesiapan teknologi. Saat ini, lubang hitam terdekat yang diketahui, Gaia BH1, berjarak sekitar 1.565 tahun cahaya—terlalu jauh untuk dijangkau dalam satu abad.

Namun, para astronom kini semakin mahir dalam mendeteksi lubang hitam "tersembunyi" melalui pembelokan ruang-waktu (microlensing). Bambi menjelaskan bahwa jika ilmuwan berhasil menemukan lubang hitam dalam radius 20 hingga 25 tahun cahaya dari Bumi, pengembangan teknologi misi ini bisa segera dimulai.

"Jika lubang hitam berada lebih dari 40 hingga 50 tahun cahaya, persyaratan teknologinya akan jauh lebih menantang dan mungkin kita harus menunggu lebih lama," jelasnya.

Misi Satu Abad: Perjalanan dan Pengiriman Data

Dari sisi teknis, perjalanan ini memerlukan pesawat yang mampu melesat hingga sepertiga kecepatan cahaya. Skenario misinya adalah sebagai berikut:

  • Pendorong: Laser berbasis Bumi memberikan dorongan awal pada layar cahaya wahana.
  • Durasi Perjalanan: Diperkirakan memakan waktu sekitar 70 tahun untuk mencapai target.
  • Komunikasi: Wahana akan mengirimkan data kembali ke Bumi menggunakan sinyal elektromagnetik.
  • Total Waktu: Mengingat data butuh 20 tahun untuk sampai ke Bumi, total durasi misi bisa mencapai 100 tahun atau satu abad.

Bambi optimis meski misi ini terdengar seperti fiksi ilmiah. Ia merujuk pada sejarah deteksi gelombang gravitasi dan foto lubang hitam pertama yang awalnya dianggap mustahil namun akhirnya berhasil dibuktikan oleh sains modern.

(ScienceAlert / iScience Journal/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya