Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Misteri Jantung Bima Sakti, Penemuan Pulsar Langka di Dekat Lubang Hitam Sgr A*

Thalatie K Yani
22/2/2026 10:02
Misteri Jantung Bima Sakti, Penemuan Pulsar Langka di Dekat Lubang Hitam Sgr A*
Ilmuwan menemukan kandidat pulsar langka yang berputar 122 kali per detik di pusat galaksi. Temuan ini berpotensi membuktikan teori relativitas Einstein.(canva)

PARA astronom baru saja mengungkap keberadaan kandidat bintang neutron bermagnet tinggi yang berputar sangat cepat, atau dikenal sebagai "pulsar", di pusat galaksi Bima Sakti. Penemuan ini diprediksi akan mengubah peta pemahaman kita mengenai populasi bintang mati di wilayah ekstrem yang mengelilingi Sagittarius A* (Sgr A*), lubang hitam supermasif kebanggaan galaksi kita.

Pulsar lahir dari kematian bintang masif yang meledak dan runtuh akibat gravitasinya sendiri. Meski wilayah pusat galaksi diprediksi padat dengan pulsar, menemukannya bukanlah perkara mudah. Debu kosmik dan turbulensi ekstrem seringkali menutupi cahaya tampak. Beruntung, gelombang radio mampu menembus hambatan tersebut.

Penemuan yang Tak Terduga

Temuan ini dilaporkan tim Breakthrough Listen, kelompok peneliti yang biasanya berburu sinyal teknologi luar angkasa (alien). Menggunakan Green Bank Telescope (GBT) di West Virginia, tim memantau langit selama periode 2021 hingga 2023. Hasilnya, mereka mendeteksi sebuah objek yang berputar sekitar 122 kali per detik, yang kini diberi nama Breakthrough Listen Pulsar (BLPSR).

Namun, ada hal yang membuat para ilmuwan heran: jumlah pulsar yang ditemukan jauh lebih sedikit dari perkiraan semula.

"Survei kami adalah salah satu yang paling sensitif yang pernah dilakukan terhadap Pusat Galaksi," ujar pemimpin tim Karen Perez dari SETI Institute dalam pernyataan resminya.

"Seharusnya kami bisa mendeteksi sekitar 10% pulsar milidetik dan 50% pulsar kanonik yang bergerak lambat, jika populasinya mirip dengan wilayah Bima Sakti lainnya. Namun, meski dengan sensitivitas ini, kami hanya mendeteksi satu kandidat tunggal yang saat ini masih dalam penyelidikan aktif," tambahnya.

Laboratorium Gravitasi Terbesar

Pulsar sering dijuluki sebagai "mercusuar kosmik" karena memancarkan radiasi radio kembar dari kutubnya yang menyapu semesta dengan presisi waktu yang luar biasa. Ketepatan inilah yang menjadikannya "jam kosmik" untuk menguji teori relativitas umum Albert Einstein tahun 1915.

Teori Einstein menyebutkan bahwa objek masif akan melengkungkan ruang dan waktu. Sgr A*, yang memiliki massa 4 juta kali matahari, adalah tempat pengujian yang sempurna.

"Setiap pengaruh eksternal pada pulsar, seperti tarikan gravitasi dari objek masif, akan memunculkan anomali pada kedatangan pulsa yang stabil," jelas Slavko Bogdanov dari Columbia Astrophysics Laboratory. "Saat pulsa merambat di dekat objek yang sangat masif, mereka mungkin terbelokkan dan mengalami penundaan waktu akibat kelengkungan ruang-waktu."

Menanti Jawaban Masa Depan

Kelangkaan pulsar yang ditemukan di pusat galaksi ini menyisakan tanda tanya besar mengenai jumlah sebenarnya bintang mati di sana. Teka-teki ini diharapkan dapat terjawab melalui proyek astronomi masa depan seperti Next-Generation Very Large Array (ngVLA) dan Square Kilometer Array (SKA).

"Kami menantikan apa yang akan diungkap oleh observasi lanjutan. Jika terkonfirmasi, ini akan membantu kita memahami galaksi kita sendiri dan relativitas umum secara keseluruhan," tutup Perez.

Studi ini telah resmi diterbitkan dalam The Astrophysical Journal pada awal Februari lalu. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya