Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Era Baru Astrofisika Waktu-Nyata: Supernova Diamati Sejak Fase Pertama

N Apuan Iskandar
26/2/2026 12:12
Era Baru Astrofisika Waktu-Nyata: Supernova Diamati Sejak Fase Pertama
Penemuan supernova membantu mengungkap asal-usul unsur pembentuk kehidupan di alam semesta.(Freepik)

UNTUK pertama kalinya, astronom berhasil mengamati fase paling awal dari ledakan supernova, yakni momen ketika gelombang kejut atau shock breakout menembus permukaan bintang masif yang kolaps. Pengamatan ini memberikan gambaran rinci tentang detik-detik terakhir kehidupan bintang sebelum meledak dan menyebarkan unsur berat ke ruang antarbintang.

Peristiwa langka tersebut terdeteksi melalui survei langit berkecepatan tinggi yang memanfaatkan jaringan teleskop otomatis serta observatorium ruang angkasa. Salah satu instrumen kunci dalam pengamatan ini adalah Neil Gehrels Swift Observatory milik NASA, yang mampu menangkap kilatan sinar-X dan ultraviolet hanya dalam hitungan menit setelah ledakan awal terdeteksi.

Sinyal awal yang sangat singkat, berdurasi hanya beberapa jam, menjadi bukti langsung fase shock breakout yang selama ini lebih banyak diprediksi melalui model teoretis dibandingkan diamati secara langsung.

Supernova Tipe II dan Proses Kolaps Inti

Supernova tipe II berasal dari runtuhnya inti bintang bermassa lebih dari delapan kali massa Matahari. Ledakan terjadi ketika tekanan radiasi dari reaksi fusi tidak lagi mampu menahan gaya gravitasi. Inti bintang kolaps dalam waktu kurang dari satu detik, memicu gelombang kejut yang merambat ke arah luar.

Saat gelombang tersebut mencapai permukaan bintang, terjadi lonjakan luminositas ekstrem yang dapat mencapai miliaran kali terang Matahari. Fase inilah yang kini berhasil diamati secara langsung dalam waktu hampir bersamaan dengan momen awal ledakan.

Publikasi di The Astrophysical Journal

Dalam studi terbaru yang dipublikasikan di The Astrophysical Journal, tim peneliti melaporkan bahwa evolusi cahaya supernova berhasil direkam dalam rentang waktu kurang dari 24 jam sejak awal ledakan.

Analisis spektrum menunjukkan adanya interaksi antara material bintang yang terlempar dengan lapisan gas padat di sekitarnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa bintang tersebut telah mengalami kehilangan massa signifikan sebelum meledak.

Data tersebut membantu menjawab pertanyaan lama mengenai bagaimana struktur luar bintang masif memengaruhi karakter ledakan supernova. Selama ini, ketidakpastian pada fase awal menjadi hambatan dalam memodelkan distribusi energi serta produksi unsur berat seperti oksigen, silikon, dan besi, yang berperan penting dalam pembentukan planet dan kehidupan.

Peran Zwicky Transient Facility

Pengamatan dini ini dimungkinkan berkat sistem peringatan otomatis dari Zwicky Transient Facility, yang memindai langit setiap malam untuk mendeteksi objek-objek yang berubah dengan cepat.

Kombinasi respons cepat teleskop darat dan observatorium ruang angkasa membuka era baru astrofisika waktu-nyata. Dokumentasi fase awal supernova kini tidak hanya menjadi pencapaian observasional, tetapi juga fondasi penting untuk memahami evolusi kimia galaksi.

Dengan semakin banyak instrumen sensitif yang beroperasi, peluang untuk menangkap “detik-detik kematian” bintang masif diperkirakan akan semakin besar dalam beberapa tahun ke depan. Sumber: NASA



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya