Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Observatorium Sinar-X Chandra dan James Webb Temukan Galaksi Terjauh di Alam Semesta

Nadhira Izzati A
16/2/2026 22:05
Observatorium Sinar-X Chandra dan James Webb Temukan Galaksi Terjauh di Alam Semesta
Protoklaster besar JADES-ID1, sebagaimana terlihat oleh Teleskop Luar Angkasa James Webb (latar belakang) dan Observatorium Sinar-X Chandra (biru).(Doc Live Science)

PARA ilmuwan berhasil menemukan yang diyakini sebagai protoklaster galaksi paling jauh yang pernah ditemukan dengan menggunakan pengamatan terdalam dari dua teleskop paling kuat milik manusia, yaitu Observatorium Sinar-X Chandra dan Teleskop Luar Angkasa James Webb atau JWST.

Penemuan ini menyimpan petunjuk sangat penting mengenai sejarah panjang alam semesta kita. Berdasarkan studi dalam jurnal Nature (28/1), kelompok galaksi purba yang diberi nama JADES-ID1 ini terletak sejauh 12,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Dalam tangkapan gambar, ia muncul sebagai kumpulan titik dan bercak bercahaya yang tertanam di dalam awan biru raksasa.

Mengenal Sosok Protoklaster Raksasa

Secara sederhana, protoklaster adalah kelompok galaksi yang masih berada dalam masa pertumbuhan atau bayi. Ini merupakan sebuah wilayah dengan jumlah galaksi muda yang sangat besar yang sedang ditarik bersama oleh gaya gravitasi dan tersimpan di dalam awan gas panas yang masif. 

Klaster atau gugus galaksi sendiri merupakan koleksi luas dari ratusan hingga ribuan galaksi yang disatukan oleh gravitasi, sehingga keberadaan protoklaster pada dasarnya menunjukkan bagaimana struktur sebesar itu terbentuk dan berkembang.

Biasanya, sebuah gugus galaksi yang sudah dewasa akan terlihat sangat padat dan memancarkan sinar-X yang kuat dari gas panas di sekitarnya. Namun, pada tahap bayi atau protoklaster, galaksi-galaksi ini masih renggang dan gas di sekelilingnya belum cukup panas untuk mudah dideteksi, sehingga upaya mendeteksi protoklaster menjadi tantangan tersendiri bagi para ilmuwan.

Kolaborasi Dua Teleskop Canggih di Balik Penemuan

Keberhasilan penemuan JADES-ID1 ini merupakan hasil kerja sama dua teleskop tercanggih milik manusia saat ini. Teleskop James Webb menggunakan penglihatan inframerahnya yang tajam untuk menembus debu angkasa dan berhasil menghitung ada sekitar 66 galaksi yang sedang berkumpul di wilayah tersebut.

Sementara itu, Observatorium Sinar-X Chandra bertugas mendeteksi suhu gas di sekitar wilayah tersebut. Karena JADES-ID1 memiliki massa yang sangat masif, ia mampu memanaskan materi di sekelilingnya hingga suhu ekstrem. Kondisi inilah yang memungkinkan teleskop Chandra menangkap emisi sinar-X dari awan gas panas yang menyelimuti seluruh galaksi di dalamnya. Temuan tersebut menjadi bukti kuat bahwa kumpulan objek angkasa ini memang terikat dalam satu kesatuan struktur yang sama.

Teka-teki Garis Waktu Alam Semesta

Selain itu, di balik penemuan ini terdapat misteri akan posisinya dalam garis waktu sejarah alam semesta. Para astronom menemukan bahwa JADES-ID1 memiliki massa setara dengan dua puluh triliun matahari dan membentang sekitar 1,1 juta tahun cahaya. 

Sebagian besar model alam semesta memprediksi bahwa protoklaster semasif ini seharusnya baru terbentuk sekitar dua atau tiga miliar tahun setelah Big Bang. Namun, secara mengejutkan, JADES-ID1 terdeteksi sudah eksis saat alam semesta baru berusia sekitar satu miliar tahun. Hal ini menjadi teka-teki besar karena menurut model saat ini, seharusnya belum ada cukup waktu bagi galaksi-galaksi dalam jumlah sebanyak itu untuk berkumpul membentuk struktur raksasa di masa awal alam semesta.

Sumber: Live Science



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik