Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
OBSERVATORIUM sinar-X Chandra milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) berhasil mengungkap gugusan bintang yang sebelumnya tersembunyi di dalam jantung Nebula Kepompong, sebuah pabrik bintang di Galaksi Bima Sakti. Penemuan ini memanfaatkan kemampuan unik instrumen sinar-X Chandra untuk menembus awan debu tebal yang seringkali menghalangi pandangan teleskop optik.
Nebula Kepompong, secara resmi dikenal sebagai IC 5146, terletak sekitar 2.650 tahun cahaya dari Bumi dalam rasi bintang Cygnus, dengan diameter mencapai sekitar 15 tahun cahaya. Objek ini telah lama dikenal sebagai wilayah aktif pembentukan bintang, tetapi struktur paling dalamnya tetap sulit diobservasi karena debu padat yang menyelimutinya. Dengan data sinar-X, para astronom kini dapat melihat bintang-bintang muda yang baru terbentuk dan masih terbungkus dalam materi pembentukannya.
Instrumen Chandra menangkap emisi sinar-X yang kuat dari gugusan bintang-bintang muda tersebut. Bintang-bintang yang baru lahir ini memancarkan radiasi energi tinggi karena aktivitas magnetik dan angin bintang yang intens, karakteristik khas fase awal evolusi bintang. Melalui kombinasi pencitraan sinar-X bersama data inframerah dan optik, para peneliti dapat memperoleh gambaran komposit dari struktur nebula yang kompleks, termasuk pusatnya yang dipenuhi oleh bintang muda.
Pendekatan multi-panjang gelombang ini memadukan data sinar-X Chandra dengan citra inframerah yang diperoleh dari misi Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE), serta data optik yang dikumpulkan oleh astrofotografer profesional. Gabungan data tersebut memperlihatkan Nebula Kepompong sebagai objek bercahaya dengan kombinasi warna yang mencerminkan berbagai sumber cahaya dari emisi termal debu kosmik hingga sinar X-energi tinggi dari bintang muda yang sedang berkembang.
Penemuan gugusan bintang ini memberikan wawasan penting mengenai tahapan pembentukan bintang di lingkungan yang penuh debu dan gas. Di wilayah seperti IC 5146, bintang-bintang baru dapat tetap tersembunyi dari pengamatan visual tradisional hingga mereka mulai memancarkan sinar X kuat yang mampu menembus material di sekitarnya. Dengan demikian, observasi sinar-X menjadi alat krusial untuk memetakan populasi bintang muda di berbagai tahap evolusi.
Selain memperluas pemahaman tentang pembentukan bintang, data terbaru dari Chandra juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas panjang gelombang dalam astronomi modern. Observasi seperti ini membantu ilmuwan menyusun narasi yang lebih lengkap tentang bagaimana gugusan bintang terbentuk dan berkembang di tengah awan gas dan debu yang padat di dalam galaksi kita. (NASA/H-3)
OBSERVATORIUM Sinar-X Chandra milik NASA kembali memberikan pandangan baru yang menakjubkan terhadap alam semesta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved