Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
OBSERVATORIUM Sinar-X Chandra milik NASA kembali memberikan pandangan baru yang menakjubkan terhadap alam semesta. Kali ini, instrumen canggih tersebut berhasil mengungkap keberadaan gugusan bintang yang baru lahir di dalam Nebula Kepompong (IC 5146), sebuah wilayah pembentukan bintang yang terletak sekitar 2.650 tahun cahaya di konstelasi Cygnus.
Nebula yang memiliki diameter sekitar 15 tahun cahaya ini pertama kali ditemukan oleh astronom Amerika, Edward Emerson Barnard, pada Oktober 1893. Namun, teknologi terbaru dari Chandra memungkinkan para ilmuwan untuk melihat apa yang selama ini tersembunyi di balik awan debu yang tebal.
"Gambar ini menunjukkan Nebula Kepompong sebagai awan bercahaya berbentuk hati yang terletak di tengah latar belakang padat dari bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya," ungkap perwakilan astronom Chandra dalam pernyataan resminya, Rabu (18/2).
Pusat nebula tersebut digambarkan penuh dengan rona warna hangat seperti merah, oranye, dan emas, yang membentuk kepompong gas dengan tepi yang memudar ke dalam kegelapan ruang angkasa. Di dalam struktur indah inilah, Chandra mendeteksi emisi sinar-X dari bintang-bintang muda yang sangat aktif.
Bintang-bintang ini seringkali tidak terlihat secara optik karena tertutup oleh debu. Namun, melalui sensor sinar-X, mereka muncul sebagai titik-titik putih dan kebiruan yang terang, terkonsentrasi di dekat inti nebula.
Fenomena visual ini bukan hanya hasil tangkapan satu alat. Para astronom menggabungkan data sinar-X Chandra dengan pengamatan inframerah dari Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) milik NASA, serta data optik dari fotografer astronomi.
Kolaborasi data ini memberikan tekstur yang lebih dalam, mengungkapkan medan bintang yang berkilauan sekaligus struktur berdebu tempat 'pembibitan' bintang baru terus berlangsung.
"Nebula berbentuk hati itu sendiri bersinar melalui campuran cahaya yang dipancarkan oleh bintang-bintang muda ini dan cahaya bintang yang dipantulkan dari debu di sekitarnya," jelas tim peneliti.
Penemuan ini kembali menegaskan pentingnya observasi multi-panjang gelombang untuk memahami bagaimana bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti terbentuk dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. (E-4)
Galaksi Andromeda atau Messier 31 merupakan galaksi spiral terdekat dari Bima Sakti, berjarak sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para astronom tengah menyoroti sebuah peristiwa di alam semesta yang diduga sebagai superkilonova, jenis ledakan kosmik yang selama ini hanya ada dalam teori.
Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan melihat CME dengan variasi suhu seperti itu pada bintang muda yang mirip Matahari. Temuan ini dianggap penting karena menunjukkan bahwa aktivitas
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved