Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BAYANGKAN sebuah bintang yang telah bersinar terang selama beberapa dekade, lalu tiba-tiba meredup hingga hanya 3% dari kecerahan normalnya. Itu bukan hanya terjadi selama beberapa hari atau minggu melainkan lebih dari sembilan bulan. Peristiwa inilah yang sedang terjadi pada ASASSN-24fw yang merupakan sebuah bintang di konstelasi Monoceros.
Para astronom yang mengamati peristiwa ini sangat kebingungan karena bintang seharusnya tidak berperilaku seperti ini.
Ketika sesuatu melintas di depan bintang, misalnya adalah planet, peredupan hanya terjadi beberapa hari atau beberapa minggu. Namun, peristiwa yang dialami ASASSN-24fw berlangsung dari akhir 2024 hingga Juni 2025 sehingga menjadikannya salah satu peristiwa peredupan bintang terlama yang pernah diamati.
Penelitian dari Monthly Notices of the Royal Astronomical Society berhasil menguak misteri dari meredupnya bintang raksasa ini.
Para peneliti tersebut mengungkap bahwa berdasarkan dari distribusi energi spektral sebelum peredupan terjadi menunjukkan bahwa ASASSN-24fw merupakan bintang deret utama tipe F dengan inframerah yang persisten. Bintang ini stabil secara fotometri yang menyiratkan bahwa peredupan disebabkan oleh adanya penghalang eksternal.
Penelitian tersebut menggunakan data fotometri dan spektroskopi yang diperoleh selama fase peredupan dengan menerapkan dua model kurva cahaya independen.
Model pertama menunjukkan bahwa peredupan dimulai pada Maret 2024 dan berlangsung secara bertahap. Sementara model kedua menunjukkan bahwa penghalang tersebut merupakan katai coklat dan cincin yang meluas, seperti cincin Saturnus dengan skala yang lebih besar.
Opasitas pada sistem cincin beserta kemiringan bidang orbitnya menghasilkan bayangan elips masif pada bintang sehingga menyebabkan peredupan.
Sementara dua model penelitian tadi menunjukkan bahwa ASASSN-24fw merupakan bintang muda, para peneliti justru menemukan bahwa kinematikanya termasuk dalam distribusi cakram tebal sehingga pembentukan bintangnya tidak berasal dari 50 juta tahun terakhir.
Tim peneliti juga menemukan bahwa ASASSN-24fw memiliki lingkungan sirkumstellar di dekatnya yang berasal dari sisa-sisa tabrakan planet dan menjadikannya hal yang tidak biasa untuk bintang yang berusia melebihi lima puluh juta tahun lalu.
Penelitian terhadap ASASSN-24fw ini memberikan pemahaman baru tentang masa hidup sirkumstellar dan katai cokelat pada bintang raksasa ini. Apabila prediksi umur dari bintang ini benar, yaitu dua miliar tahun, maka akan diperlukan teori baru untuk memahami evolusi bintang, cakram sirkumstellar, dan planet. (Universe Today, Monthly Notices of the Royal Astronomical Society/Z-1)
Astronom temukan bintang ASASSN-24fw meredup drastis hingga 97% akibat objek misterius bercincin raksasa. Simak fakta fenomena langka di rasi Monoceros ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved