Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA astronom baru saja merilis citra luar biasa dari kedalaman galaksi Bima Sakti. Menggunakan Very Large Telescope (VLT), mereka berhasil menangkap pemandangan nebula bercahaya yang bentuknya menyerupai seekor elang raksasa yang tengah menukik tajam untuk menyambar mangsanya.
Fenomena kosmik yang menakjubkan ini dikenal sebagai RCW 36. Terletak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Vela, nebula ini menyuguhkan struktur visual yang dramatis dan kaya akan material antarbintang.
Struktur yang menyerupai kepala dan tubuh elang tersebut terbentuk dari awan gelap serta filamen gas dan debu yang tebal. Di bagian bawah siluet elang ini, terdapat pemandangan kontras berupa "pembibitan bintang" berwarna biru yang dipenuhi oleh bintang-bintang masif yang baru lahir.
Namun, daya tarik utama RCW 36 bagi para ilmuwan bukanlah bintang-bintang muda yang terang tersebut. Para astronom justru sangat tertarik pada objek-objek redup yang bersembunyi di dalam nebula ini, yaitu kurcaci cokelat (brown dwarfs).
Kurcaci cokelat sering kali mendapatkan julukan yang kurang beruntung: "bintang gagal". Sebutan ini muncul karena karakteristik unik mereka dalam proses evolusi bintang.
Meski terbentuk layaknya bintang biasa, melalui keruntuhan awan gas yang padat dan dingin, kurcaci cokelat tidak memiliki massa yang cukup untuk memicu reaksi ekstrem di intinya. Akibatnya, mereka gagal menghasilkan suhu dan tekanan yang diperlukan untuk melakukan fusi hidrogen menjadi helium, sebuah proses inti yang mendefinisikan identitas sebuah bintang deret utama.
Ada fakta unik sekaligus ironis di balik pengambilan gambar ini. Potret detail dari nebula yang menyerupai burung elang tersebut ditangkap menggunakan instrumen pada VLT yang secara kebetulan bernama HAWK-I (High Acuity Wide-field K-band Imager).
Citra RCW 36 ini tidak hanya memberikan kepuasan visual bagi pecinta astronomi, tetapi juga menjadi data penting bagi para peneliti untuk memahami lebih dalam mengenai pembentukan objek-objek sub-stellar di alam semesta kita. (Space/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved