Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Alam Semesta Ternyata 'Bising': Ilmuwan Temukan Ratusan Tabrakan Lubang Hitam Terbaru

Thalatie K Yani
08/3/2026 08:16
Alam Semesta Ternyata 'Bising': Ilmuwan Temukan Ratusan Tabrakan Lubang Hitam Terbaru
Katalog Transien Gelombang Gravitasi 4.0 dan tabrakan kosmik yang terdapat di dalamnya.(Ryan Nowicki/Bill Smith/Karan Jani)

LEBIH dari seabad lalu, Albert Einstein memprediksi tabrakan benda-benda paling masif di alam semesta akan menciptakan riak pada kain ruang dan waktu. Kini, prediksi tersebut terbukti jauh lebih masif dari yang dibayangkan. Para ilmuwan baru saja merilis katalog terbaru yang menunjukkan alam semesta kita secara praktis "berdengung" oleh gelombang gravitasi dari berbagai tabrakan kosmik.

Katalog yang diberi nama Gravitational-Wave Transient Catalog-4.0 (GWTC-4) ini mencatat 128 sumber gelombang gravitasi baru. Angka ini melonjak drastis dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencatat 90 sumber. Data ini dikumpulkan oleh kolaborasi LVK yang terdiri dari detektor LIGO (AS), Virgo (Italia), dan KAGRA (Jepang) selama periode pengamatan Mei 2023 hingga Januari 2024.

Rekor Tabrakan Terberat dan Tercepat

GWTC-4 menonjol karena keberagaman peristiwa ekstrem yang terekam. Katalog ini mencakup penggabungan biner lubang hitam terberat yang pernah terdeteksi, di mana masing-masing memiliki massa sekitar 130 kali lipat matahari.

Ilmuwan juga menemukan lubang hitam yang berputar dengan kecepatan luar biasa, mencapai 40% kecepatan cahaya. Karakteristik ekstrem ini diduga merupakan hasil dari "rantai penggabungan", di mana lubang hitam yang menabrak sebelumnya terus tumbuh hingga menjadi raksasa yang masif.

"Pesan dari katalog ini adalah, Kami sedang memperluas jangkauan ke bagian baru dari apa yang kami sebut 'ruang parameter' dan berbagai jenis lubang hitam baru," ujar Daniel Williams dari University of Glasgow. "Kami benar-benar mendorong batasan, melihat hal-hal yang lebih masif, berputar lebih cepat, serta lebih menarik dan tidak biasa secara astrofisika."

Membuktikan Teori Einstein

Selain lubang hitam, katalog ini mencatat penggabungan bintang neutron yang terjadi hingga jarak 1 miliar tahun cahaya, serta tabrakan lubang hitam pada jarak fantastis 10 billion tahun cahaya. Skala pengamatan yang begitu luas memungkinkan ilmuwan untuk menguji teori Relativitas Umum Einstein pada situasi yang paling ekstrem.

"Sejauh ini, teori tersebut lulus semua tes kami," kata Aaron Zimmerman dari University of Texas di Austin. "Namun kami juga belajar kami harus membuat prediksi yang lebih akurat untuk mengimbangi semua data yang diberikan alam semesta kepada kami."

Melalui setiap deteksi baru, para peneliti mulai memahami bagaimana bintang-bintang masif runtuh dan bagaimana evolusi kosmologis alam semesta terbentuk. Lucy Thomas dari Caltech menambahkan bahwa setiap deteksi membuka potongan teka-teki alam semesta dengan cara yang tidak mungkin dilakukan satu dekade lalu.

Hasil penelitian komprehensif ini dijadwalkan akan segera terbit dalam edisi khusus Astrophysical Journal Letters. Penemuan ini sekaligus mengonfirmasi bahwa astronomi gelombang gravitasi telah bertransformasi dari sekadar pembuktian teori menjadi alat utama untuk memetakan sejarah gelap dan dinamis dari alam semesta kita. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya