Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ilmuwan Deteksi Sinyal Misterius Diduga Lubang Hitam Primordial, Tapi Validitasnya Diragukan

Thalatie K Yani
01/12/2025 07:24
Ilmuwan Deteksi Sinyal Misterius Diduga Lubang Hitam Primordial, Tapi Validitasnya Diragukan
Ilustrasi(freepik)

PARA ilmuwan mungkin telah “mendengar” petunjuk awal keberadaan lubang hitam primordial, objek kosmik yang diduga terbentuk sesaat setelah Big Bang. Indikasi ini muncul dari deteksi gelombang gravitasi oleh dua detektor berbasis darat, yaitu Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) dan Virgo.

Sejak 2012, kolaborasi LIGO-Virgo rutin mencatat gelombang gravitasi yang lahir dari tumbukan lubang hitam maupun tabrakan bintang neutron. Namun, sinyal yang dikeluarkan pada 12 November lalu oleh kolaborasi LIGO-Virgo-KAGRA, bertanda S251112cm, dianggap tidak biasa.

Sinyal tersebut menunjukkan salah satu objek yang terlibat memiliki massa terlalu kecil untuk menjadi lubang hitam bermassa bintang maupun bintang neutron. Keduanya merupakan sisa bintang masif yang runtuh dan umumnya memiliki massa lebih besar dari Matahari. 

“Jika ini benar, maka ini sangat besar,” kata fisikawan teoretis Djuna Croon dari Durham University kepada Science. “Ini bukan peristiwa yang dapat dijelaskan oleh proses astrofisika konvensional.” Namun, Croon menegaskan bahwa kata “jika” masih menjadi catatan besar.

Astronom gelombang gravitasi sekaligus anggota tim LIGO, Christopher Berry, membagikan peringatan tersebut di Bluesky. Ia menuliskan kandidat sinyal itu “berpotensi berasal dari sumber bermassa sub-solar”. Meski begitu, Berry mengingatkan masih ada kemungkinan besar bahwa sinyal ini merupakan alarm palsu akibat gangguan pada detektor. Estimasi saat ini menunjukkan tingkat alarm palsu sekitar satu kali dalam empat tahun. Untuk sinyal langka seperti S251112cm, risiko itu cukup signifikan.

Apa itu lubang hitam primordial?

Lubang hitam yang umum dikenal biasanya adalah lubang hitam bermassa bintang, bermassa 5 hingga 100 kali Matahari, yang muncul dari runtuhnya inti bintang masif. Ada pula lubang hitam supermasif di pusat galaksi, dengan massa jutaan hingga miliaran kali Matahari.

Berbeda dengan keduanya, lubang hitam primordial diperkirakan terbentuk jauh sebelum bintang pertama lahir, tepatnya dari kantung materi sangat padat di alam semesta awal yang dipenuhi plasma panas setelah Big Bang. Teori menyebut massanya bisa bervariasi ekstrem, dari lebih kecil dari pecahan koin hingga sangat besar. Karena tidak bergantung pada kelahiran atau kematian bintang, objek ini sering disebut “lubang hitam non-astrofisika”.

Jika benar ada, lubang hitam primordial dapat menjadi kunci memahami evolusi alam semesta atau bahkan menjelaskan misteri dark matter, yang selama ini hanya diketahui melalui pengaruh gravitasinya.

Namun, objek ini belum pernah terdeteksi. Pemikiran fisikawan Stephen Hawking tentang radiasi Hawking juga membuka kemungkinan bahwa lubang hitam primordial bermassa kecil telah menguap sesaat setelah terbentuk.

Sinyal yang sulit dipastikan

Jika sinyal S251112cm benar, para ilmuwan belum menemukan penjelasan astrofisika yang dapat menjelaskan tumbukan objek sekecil itu. Tim kini menelusuri kemungkinan adanya ledakan elektromagnetik yang menyertai sinyal tersebut, namun area langit yang menjadi sumber sinyal sangat luas, sekitar 6.000 kali diameter bulan.

Untuk saat ini, analisis hanya mengandalkan “gumaman” gelombang gravitasi sebelum tumbukan guna mengenali dua objek yang saling mengitari. Namun hingga sekarang, kemungkinan untuk memastikan kebenaran sinyal masih sangat kecil.

“Sepertinya tidak mungkin kita benar-benar tahu dengan pasti apakah peringatan ini nyata atau tidak,” kata Croon. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya