Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Heboh! Meteorit Jatuh Bolongi Atap Rumah di Jerman Setelah Bola Api Raksasa Lintasi Eropa

Thalatie K Yani
10/3/2026 07:54
Heboh! Meteorit Jatuh Bolongi Atap Rumah di Jerman Setelah Bola Api Raksasa Lintasi Eropa
Sebuah meteorit jatuh menembus atap rumah di Koblenz, Jerman, usai ledakan bola api terlihat di langit Eropa. Tidak ada korban jiwa, peneliti mulai kumpulkan fragmen.(X/@mourad_zauo)

SEBUAH fenomena alam yang luar biasa sekaligus menegangkan terjadi di wilayah barat Jerman. Sebuah meteorit dilaporkan jatuh menembus atap rumah warga di Kota Koblenz, tak lama setelah penampakan bola api raksasa (fireball) menghiasi langit malam Eropa Barat pada Minggu (8/3) malam.

Organisasi Meteor Internasional (IMO) mencatat lebih dari 2.800 laporan penampakan bola api tersebut. Puluhan rekaman video yang diunggah ke media sosial menunjukkan kilatan cahaya terang yang membelah kegelapan. Sejumlah saksi mata mengaku mendengar beberapa kali suara ledakan saat batu ruang angkasa itu hancur di atmosfer dan menghujani negara bagian Rhineland-Palatinate dengan serpihan batu.

Kerusakan Properti Tanpa Korban Jiwa

Laporan terbaru mengonfirmasi beberapa fragmen meteorit telah ditemukan di distrik Güls, Koblenz. Meskipun media lokal Jerman melaporkan adanya kerusakan di sejumlah rumah, untungnya tidak ada korban luka dalam insiden ini.

Salah satu fragmen terbesar yang ditemukan dilaporkan berhasil melubangi atap rumah warga. Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan, dengan lubang sebesar bola sepak yang menganga di bagian atap.

"Sebuah meteor baru saja hancur di depan mata saya," tulis salah satu pengguna di platform X, sembari mengunggah foto jejak asap putih di langit yang mulai menggelap.

Selain di Jerman, penampakan benda langit ini juga dikonfirmasi oleh pengamat di Prancis, Belgia, hingga Belanda. Foto-foto yang diduga sebagai fragmen meteorit tersebut mulai dipublikasikan oleh surat kabar Jerman, Bild, pada Senin pagi, 9 Maret 2026.

Potensi Penelitian Ilmiah

Penemuan fragmen di distrik Güls ini menjadi kabar baik bagi dunia ilmu pengetahuan. Para peneliti kini tengah bergerak untuk mengumpulkan sisa-sisa batu tersebut guna menentukan asal-usul meteorit tersebut di tata surya kita.

Secara ilmiah, jutaan fragmen batu ruang angkasa memang melintasi jalur bumi setiap tahunnya. Namun, sebagian besar batu tersebut habis menguap di atmosfer saat melakukan proses masuk yang panas. Dalam kondisi malam yang cerah, biasanya terlihat beberapa meteor melintas dalam satu jam.

Setiap tahunnya, diperkirakan ada sekitar 10.000 meteorit yang berhasil mencapai permukaan Bumi. Meski jumlahnya terdengar banyak, hanya beberapa ratus yang berhasil ditemukan karena sebagian besar jatuh di wilayah samudra yang luas. Peristiwa di Koblenz ini tergolong langka karena fragmennya jatuh tepat di pemukiman penduduk dan berhasil diamankan untuk penelitian lebih lanjut. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya