Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Macron Serukan Eropa Bangkit usai Ancaman Trump atas Greenland

Irvan Sihombing
29/1/2026 19:35
Macron Serukan Eropa Bangkit usai Ancaman Trump atas Greenland
Presiden AS Donald Trump.(The New York Times )

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menyerukan kebangkitan Eropa untuk memperkuat perlindungan kedaulatan, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memicu ketegangan geopolitik terkait Greenland.

Seruan tersebut disampaikan Macron dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen, usai pertemuan mereka pada Rabu (28/1).

"(Kebuntuan dengan AS soal Greenland) menjadi peringatan strategis bagi Eropa," kata Macron, dikutip Euro News, Kamis (29/1).

Menurut Macron, kebangkitan Eropa harus diarahkan pada penguatan kedaulatan dan peran strategis kawasan.

"Harus fokus ke penegasan kedaulatan Eropa kita, pada kontribusi kita terhadap keamanan Arktik, pada perjuangan melawan campur tangan asing dan disinformasi, dan pada perjuangan melawan pemanasan global," sebutnya.

Pertemuan Macron dengan Frederiksen dan Nielsen disebut sebagai bentuk dukungan politik Prancis terhadap Denmark dan Greenland di tengah tekanan dari Washington. 

Dalam pertemuan itu, ketiganya membahas berbagai tantangan keamanan di kawasan Arktik, serta peluang pembangunan ekonomi dan sosial Greenland yang siap didukung oleh Prancis dan Uni Eropa.

Frederiksen dalam kesempatan yang sama menilai situasi terkini menjadi pelajaran penting bagi negara-negara Eropa.

"Saya pikir Eropa sudah belajar beberapa pelajaran selama beberapa minggu terakhir," ujarnya.

Ia juga menegaskan peran strategis Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan tersebut.

"NATO akan memainkan peran penting di Arktik," tegas Frederiksen.

Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen menyoroti aspek politik dan ideologis dari kerja sama dengan Prancis. 

Ia menilai kemitraan antara Paris dan Greenland tidak semata menyangkut kepentingan wilayah, melainkan bagian dari upaya bersama untuk menjaga nilai-nilai demokrasi.

"Kemitraan ini bukan hanya tentang Greenland, tetapi juga tentang pembelaan terhadap nilai-nilai demokrasi," ujarnya.

Aksi Solidaritas Eropa

Langkah solidaritas Eropa ini berlangsung di tengah persiapan Prancis untuk memperkuat kehadiran diplomatiknya di kawasan Arktik. 

Pemerintah Prancis berencana membuka konsulat di Nuuk, ibu kota Greenland yang berstatus wilayah semi-otonom Denmark, pada 6 Februari mendatang. 

Pembukaan konsulat tersebut dipandang sebagai sinyal komitmen Prancis dan Uni Eropa dalam mendukung stabilitas, kedaulatan, serta kerja sama strategis di kawasan Arktik. (Fer/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya