Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia. Presiden AS Donald Trump tidak hanya membidik Nicolas Maduro atas tuduhan kriminal, tetapi secara strategis menargetkan kontrol penuh atas cadangan minyak mentah terbesar di dunia milik Venezuela.
Pada Sabtu, 3 Januari 2026, AS meluncurkan Operasi Absolute Resolve. Operasi militer yang melibatkan 150 pesawat tempur ini berhasil menangkap Maduro di Caracas. Pengamat geopolitik dan analis madya Humas Biro Infohan Kemenhan, Kolonel Dedy Yulianto, menilai ini gaya kepemimpinan 'presiden koboi' yang bertujuan mengamankan kedaulatan energi AS.
"Penangkapan Maduro adalah pertunjukan di ring kelas berat dunia. Trump ingin memastikan bahwa aliran minyak Venezuela kembali ke orbit kepentingan AS dan tidak lagi menjadi alat politik bagi Tiongkok atau Rusia," ujar Dedy dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1). Namun, penangkapan ini menyisakan risiko vakum kekuasaan yang berpotensi memicu kekerasan internal dan gelombang migrasi baru yang lebih besar.
Perselisihan itu segera merambat ke jalur pelayaran vital. Pada 7 Januari 2026, militer AS menyita kapal tanker Bella-1 berbendera Rusia di dekat Islandia. Tindakan ini merupakan bagian dari strategi blokade total untuk melumpuhkan ekonomi lawan.
Dampak ekonominya sangat masif. Dedy mencatat bahwa Samudera Atlantik kini berubah menjadi zona pengawasan militer.
"Penyitaan ini bukan sekadar masalah diplomasi, tetapi serangan langsung terhadap urat nadi ekonomi Rusia. Akibatnya, biaya asuransi pengiriman laut melonjak, harga minyak dunia bergejolak, dan stabilitas ekonomi Eropa terancam akibat gangguan logistik di Atlantik Utara," jelasnya.
Di sisi lain Atlantik, Trump mempercepat rencana pengambilalihan Greenland. Selain posisi strategis untuk pertahanan rudal, Greenland menyimpan potensi mineral tanah jarang (rare earth) yang sangat krusial bagi teknologi masa depan.
Menurut Dedy, Greenland adalah pintu depan militer dan ekonomi yang coba dikuasai AS untuk menutup ruang gerak Tiongkok di Arktik. "Dengan dukungan kemerdekaan dari 84% rakyat Greenland, AS memanfaatkan celah kedaulatan Denmark. Ini upaya penguasaan wilayah paling signifikan di abad ini, meskipun harus mengabaikan komitmen Pasal 5 NATO," tambahnya.
Tindakan single fighter Trump itu memaksa dunia untuk meninjau kembali aliansi mereka. Penarikan AS dari 66 organisasi internasional menandai mundurnya Washington dari kerja sama global. Hal ini justru berpotensi mempererat poros Rusia-Tiongkok dan memaksa negara-negara Eropa untuk mencari otonomi pertahanan mereka sendiri.
Dedy menegaskan bahwa strategi Halaman Depan dan Belakang AS dengan menempatkan Greenland sebagai pintu depan militer dan Amerika Latin sebagai benteng pertahanan menciptakan keretakan transatlantik yang permanen.
Dunia kini berada di ambang tatanan baru yang penuh risiko. Manuver Trump di awal 2026 bukan sekadar kebijakan domestik, melainkan dekonstruksi total terhadap hukum internasional. Jika kekuatan otot menjadi satu-satunya mata uang dalam diplomasi, stabilitas ekonomi global yang kita kenal selama ini mungkin akan segera menjadi sejarah. Bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dan penguatan diplomasi yang lebih lincah di tengah api persaingan kekuatan besar. (I-2)
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Hanya beberapa hari setelah pelantikan Presiden Donald Trump pada Januari 2025, serangkaian insiden kecelakaan pesawat fatal mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Venezuela dan AS sepakat bekerja sama mengembangkan sektor pertambangan. Reformasi hukum disiapkan untuk menarik perusahaan raksasa tambang global.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Gelombang pembebasan tahanan politik di Venezuela dimulai. Sebanyak 1.557 orang ajukan amnesti, termasuk pengosongan penjara El Helicoide yang kontroversial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved