Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Venezuela Desak AS Bebaskan Nicolas Maduro di Sidang PBB

Thalatie K Yani
24/2/2026 05:02
Venezuela Desak AS Bebaskan Nicolas Maduro di Sidang PBB
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.(Instagram)

MENTERI Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil Pinto, menyampaikan tuntutan keras di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Genewa, Senin (23/2). Ia mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan mantan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang saat ini berada dalam tahanan di New York.

Maduro, yang memimpin Venezuela sejak Maret 2013, ditangkap pasukan Amerika Serikat dalam sebuah serangan pada 3 Januari 2026. Saat ini, pria berusia 63 tahun tersebut sedang menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba. Dalam pembelaannya, Maduro menyatakan tidak bersalah dan mengklaim dirinya sebagai "tahanan perang".

Kecaman Terhadap Aksi Militer AS

Dalam pidatonya, Yvan Gil menyebut penangkapan tersebut sebagai titik balik yang sangat serius dan ilegal. Ia menyatakan operasi militer AS tersebut telah menyebabkan lebih dari 100 orang tewas.

"Terlepas dari tindakan ini, yang dilakukan dalam konteks asimetri teknologi dan militer yang mendalam antara negara kami dan kekuatan nuklir Amerika Serikat... kami telah memilih untuk membuka saluran diplomatik guna menyelesaikan perbedaan kami dengan negara tersebut," ujar Gil di hadapan badan HAM tertinggi PBB tersebut.

Langkah Rekonsiliasi di Dalam Negeri

Di tengah ketegangan diplomatik tersebut, Venezuela mengeklaim sedang menempuh jalan damai melalui rekonsiliasi nasional. Parlemen Venezuela baru saja mensahkan undang-undang amnesti bersejarah pada Kamis lalu. Langkah ini disambut baik oleh pemimpin sementara, Delcy Rodriguez, yang menyebutnya sebagai langkah menuju "Venezuela yang lebih demokratis, adil, dan bebas".

Ketua Parlemen, Jorge Rodriguez, mengungkapkan sebanyak 1.500 orang telah mengajukan permohonan amnesti. Kebijakan ini mencakup berbagai tuduhan yang selama ini digunakan untuk memenjarakan para pembangkang selama 27 tahun pemerintahan sosialis.

Namun, menurut LSM Foro Penal, sekitar 600 tahanan politik masih mendekam di penjara, meskipun 500 orang telah dibebaskan sejak Januari. Kondisi ini memicu aksi mogok makan oleh lebih dari 200 tahanan di penjara Rodeo I pada akhir pekan lalu sebagai bentuk protes menuntut kebebasan mereka.

Perbaikan Hubungan dengan Barat

Proses amnesti ini tampaknya mulai mencairkan hubungan Venezuela dengan negara-negara Barat. Diplomat tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan pada Senin ia akan mengusulkan pencabutan sanksi Uni Eropa terhadap Presiden Rodriguez. Selain itu, kantor HAM PBB dilaporkan tengah menjalin pembicaraan untuk membuka kembali misinya di Caracas setelah staf mereka diusir pada Februari 2024.

Sebagai tanda perpisahan dengan masa lalu, Delcy Rodriguez juga mengambil langkah tegas dengan memecat Camilla Fabri dari jabatan Wakil Menteri Komunikasi Internasional. Fabri adalah istri dari Alex Saab, pengusaha yang dituduh sebagai kaki tangan Maduro dalam skema korupsi dan pencucian uang. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya