Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan pernyataan provokatif yang mengisyaratkan bahwa Kuba akan menjadi target kebijakan keras AS berikutnya. Hal ini disampaikan Trump usai serangkaian aksi militer Washington terhadap Venezuela dan Iran.
“Omong-omong, Kuba akan menjadi yang berikutnya, tetapi, anggap saja saya tidak mengatakan itu. Anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, tolong, tolong media, abaikan pernyataan itu. Terima kasih banyak. Kuba akan menjadi yang berikutnya,” ujar Trump dalam konferensi Future Investment Initiative di Miami, Florida, Jumat (27/3).
Pernyataan tersebut memicu spekulasi luas, mengingat rekam jejak militer AS yang agresif di awal tahun 2026. Diketahui, militer AS telah menyerbu Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro secara paksa pada 3 Januari lalu. Tak lama berselang, pada 28 Februari, AS bersama Israel meluncurkan serangan gabungan besar-besaran terhadap Iran yang hingga kini masih berlangsung.
Kuba saat ini tengah berada dalam kondisi yang sangat rapuh. Negara cerutu tersebut menghadapi krisis ekonomi dan energi yang parah akibat sanksi sepihak AS yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan telah memperingatkan bahwa kelangkaan bahan bakar yang ekstrem di Kuba mulai menjerumuskan negara itu ke dalam jurang krisis kemanusiaan yang mendalam.
Sebelumnya, pada awal Maret ini, Trump sempat mengancam bahwa pemerintahan Kuba akan "segera runtuh". Namun, ia juga menyatakan bahwa fokus utama pemerintahannya "saat ini" masih tertuju pada penyelesaian konflik di Iran. Pernyataan terbaru di Miami ini mempertegas bahwa posisi Kuba kini masuk dalam radar prioritas kebijakan luar negeri Trump selanjutnya.
(Ant/Xinhua/P-4)
Presiden Donald Trump mengancam akan mengurangi pendanaan AS untuk NATO setelah negara-negara Eropa menolak membantu operasi militer di Iran.
Presiden Donald Trump menegaskan konflik dengan Iran belum usai. Targetkan ribuan titik baru dan berikan ultimatum penutupan Selat Hormuz hingga 6 hari ke depan.
Utusan khusus Steve Witkoff optimis negosiasi untuk mengakhiri perang Iran segera dimulai. AS masih menanti delegasi resmi Teheran di meja perundingan.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan AS menunggu klarifikasi Iran terkait proposal perdamaian 15 poin. Ia optimis perang berakhir tanpa pasukan darat.
Pemerintah AS akan merilis uang 100 dolar baru dengan tanda tangan Donald Trump, menjadi yang pertama dalam sejarah tanpa tanda tangan Menteri Keuangan.
Mayoritas warga Taiwan bersedia berperang demi membela negara mereka dari invasi Tiongkok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved