Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Maduro Sebut Trump Ingin Jadikan Venezuela Koloni dan Rebut Minyak

Thalatie K Yani
18/12/2025 10:09
Maduro Sebut Trump Ingin Jadikan Venezuela Koloni dan Rebut Minyak
Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengecam klaim Donald Trump terkait "pencurian" aset AS. Maduro menyebut Washington tengah menjalankan diplomasi barbarisme.(Instagram)

KETEGANGAN diplomatik antara Venezuela dan Amerika Serikat mencapai titik didih baru. Presiden Nicolás Maduro menuding Presiden AS Donald Trump telah mengungkapkan motif aslinya terhadap Venezuela melalui klaim negara Amerika Selatan tersebut telah mencuri "minyak, tanah, dan aset lainnya" milik Amerika Serikat.

Dalam pidatonya di Karakas pada Rabu (17/12), Maduro menegaskan pernyataan Trump membuktikan tujuan sebenarnya dari AS bukanlah memerangi narkotika. Pernyataan Trump itu dinilai melakukan perubahan rezim demi menguasai sumber daya Venezuela.

"Ini hanyalah kepura-puraan yang bersifat menghasut perang dan kolonialis. Kami telah mengatakannya berkali-kali, dan sekarang semua orang melihat kebenarannya. Kebenaran telah terungkap," ujar Maduro.

Ia menambahkan upaya AS bertujuan memaksakan pemerintahan boneka yang akan menyerahkan kedaulatan dan kekayaan negara. "Tujuannya adalah menjadikan Venezuela sebuah koloni. Hal itu tidak akan pernah terjadi," tegasnya.

Trump Tuntut Hak Energi

Perselisihan ini dipicu unggahan Trump di Truth Social. Trump menyatakan militer AS di sekitar Venezuela akan terus bertambah besar hingga negara itu mengembalikan aset yang diklaim telah dicuri.

Kepada wartawan, Trump menuduh Venezuela telah mengambil "hak energi" secara ilegal. "Kami mengambil kembali tanah, hak minyak, apa pun yang kami miliki. Mereka merampasnya karena kita memiliki presiden yang mungkin tidak memperhatikan. Tapi mereka tidak akan bisa melakukannya. Kami menginginkannya kembali," kata Trump.

Secara historis, Venezuela menasionalisasi sektor minyaknya tahun 1970-an. Secara signifikan mengurangi dominasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di ladang minyak mereka.

Maduro Minta Dukungan Kolombia dan PBB 

Selain mengecam AS, Maduro juga menyerukan persatuan kepada tetangganya, Kolombia, untuk mempertahankan kedaulatan wilayah dari potensi serangan AS. "Saya menyerukan kepada rakyat biasa Kolombia... untuk bersatu secara sempurna dengan Venezuela agar tidak ada yang berani menyentuh kedaulatan negara kita," tuturnya.

Di tingkat internasional, Maduro telah menjalin komunikasi dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres untuk mengutuk komentar Trump yang ia sebut sebagai "diplomasi barbarisme." Pemerintah Venezuela mendesak PBB untuk menolak pernyataan AS yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap hukum internasional dan perdamaian.

António Guterres melalui kantornya mengonfirmasi percakapan tersebut dan menegaskan kembali posisi PBB mengenai pentingnya menghormati hukum internasional serta Piagam PBB. Ia mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan melakukan de-eskalasi demi menjaga stabilitas kawasan.

Perselisihan ini terjadi hanya sehari setelah Trump mengancam akan memberlakukan blokade laut total terhadap semua kapal tanker minyak yang terkena sanksi di perairan Venezuela. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya