Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN pendukung mantan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, memadati jalan-jalan di Ibu Kota Caracas pada Selasa (3/2). Mereka menuntut pembebasan Maduro yang digulingkan dalam operasi militer Amerika Serikat tepat satu bulan lalu.
"Venezuela butuh Nicolas," teriak massa yang mengenakan atribut merah khas gerakan Chavista yang didasarkan pada pemikiran Hugo Chavez. Aksi ini menandai genap satu bulan sejak Maduro ditangkap dan dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba.
Saat ini, tampuk kepemimpinan berada di tangan Presiden interim Delcy Rodriguez. Namun, Rodriguez kini berada di posisi sulit. Di satu sisi, ia berupaya menjaga dukungan dari Washington, di sisi lain, ia harus merangkul loyalis Maduro di dalam pemerintahan dan masyarakat luas.
Beberapa demonstran, yang mayoritas merupakan pekerja sektor publik, membawa foto Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang juga turut ditahan dalam penggerebekan AS tersebut.
"Kami merasa bingung, sedih, dan marah. Namun kami juga mendukung keputusan Presiden interim Delcy Rodriguez," ujar Jose Perdomo, 58, seorang pegawai kota. Ia meyakini bahwa cepat atau lambat, Maduro akan dibebaskan.
Sikap Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump menunjukkan keterbukaan untuk bekerja sama dengan Rodriguez, selama Caracas mengikuti garis kebijakan Washington -- terutama terkait akses ke cadangan minyak Venezuela yang melimpah.
Sebagai bentuk kompromi, Rodriguez telah mulai membebaskan tahanan politik dan membuka industri hidrokarbon yang sebelumnya dinasionalisasi untuk investasi swasta. Hubungan diplomatik yang sempat putus sejak 2019 kini mulai pulih dengan kehadiran utusan AS, Laura Dogu, di Caracas.
Dogu menyatakan bahwa AS telah menyiapkan rencana tiga fase untuk membawa Venezuela menuju transisi yang stabil, makmur, dan demokratis.
Di lokasi berbeda pada hari yang sama, ratusan mahasiswa dan kerabat tahanan politik melakukan longmarch menuntut pengesahan Undang-Undang Amnesti yang dijanjikan Rodriguez. UU tersebut saat ini masih tertahan di parlemen yang dipimpin oleh saudara laki-laki sang presiden interim, Jorge Rodriguez.
Deputi oposisi, Stalin Gonzalez, berharap debat pertama mengenai amnesti ini dapat segera digelar pada Kamis.
"Saya berharap amnesti ini membuka pintu bagi rekonsiliasi, koeksistensi, perdamaian, dan demokrasi," ungkap Gonzalez kepada AFP.
Kini, di tengah ketidakpastian politik, pihak oposisi terus mendesak agar pemilihan umum baru segera digelar pascatumbangnya rezim Maduro. (B-3)
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved