Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez Segera Kunjungi Amerika Serikat

Thalatie K Yani
22/1/2026 12:08
Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez Segera Kunjungi Amerika Serikat
Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez(Instagram)

HUBUNGAN diplomatik antara Amerika Serikat dan Venezuela memasuki babak baru yang mengejutkan. Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, dijadwalkan segera mengunjungi Amerika Serikat. Kunjungan ini menandai kehadiran pertama pemimpin aktif Venezuela dalam misi bilateral ke AS dalam lebih dari seperempat abad terakhir.

Langkah ini mencerminkan pergeseran drastis kebijakan luar negeri Washington terhadap Caracas. Perubahan dimulai sejak pasukan elit Delta Force AS melakukan operasi di Caracas, menangkap Presiden Nicolas Maduro, dan membawanya ke penjara AS untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba.

Rodriguez, yang sebelumnya merupakan Wakil Presiden dan tokoh internal dalam pemerintahan otoriter Maduro, kini mengambil arah berbeda. Meski dirinya masih dalam daftar sanksi AS, Rodriguez menyatakan kesiapannya untuk berdialog.

"Kami sedang dalam proses dialog, bekerja sama dengan Amerika Serikat tanpa rasa takut, untuk menghadapi perbedaan dan kesulitan kami... dan mengatasinya melalui diplomasi," ujar Rodriguez pada Rabu (21/1) waktu setempat.

Konsesi dan Tekanan Militer

Di bawah pengawasan armada kapal perang AS yang masih bersiaga di lepas pantai Venezuela, Rodriguez telah melakukan sejumlah langkah krusial. Ia mengizinkan AS menengahi penjualan minyak Venezuela, memfasilitasi investasi asing, serta membebaskan puluhan tahanan politik. Selain itu, ia mulai melakukan reorganisasi kepemimpinan militer dengan menunjuk 12 perwira senior untuk komando regional.

Presiden Donald Trump sendiri tampak memberikan lampu hijau bagi Rodriguez untuk tetap berkuasa, selama AS memiliki akses terhadap cadangan minyak Venezuela yang merupakan terbesar di dunia. Analis menilai Trump ingin menghindari kesalahan masa lalu seperti yang terjadi dalam penggulingan Saddam Hussein di Irak.

"Operasi intervensi semacam itu, dan pengerahan pasukan untuk stabilisasi, selalu berakhir sangat buruk," kata Benigno Alarcon, pakar politik dari Universitas Katolik Andres Bello di Caracas.

Tantangan Internal dan Kehadiran Oposisi

Meski demikian, rencana kunjungan ini berpotensi memicu gejolak di internal pemerintahan Venezuela. Tokoh garis keras seperti Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez masih memiliki pengaruh kuat. Cabello bahkan membantah laporan bahwa dirinya telah bertemu pejabat AS sebelum penggulingan Maduro.

"Itu adalah sebuah kampanye (propaganda). Mereka bilang, 'Diosdado bertemu dengan Amerika Serikat'... Saya belum bertemu dengan siapa pun," tegas Cabello dalam siaran televisi pemerintah.

Di sisi lain, Trump juga menunjukkan dukungan terhadap tokoh oposisi sekaligus pemenang Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado. Setelah menjamu Machado di Gedung Putih awal bulan ini, Trump menyatakan keinginannya agar Machado "terlibat dalam beberapa cara" di masa depan Venezuela.

Langkah Trump yang merangkul Rodriguez namun tetap menjaga hubungan dengan Machado memicu kemarahan para aktivis demokrasi. Mereka mendesak agar seluruh tahanan politik dibebaskan tanpa syarat dan Venezuela segera menggelar pemilu ulang yang transparan. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya