Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Tokoh Oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa Ditangkap Lagi Usai Bebas Beberapa Jam

Thalatie K Yani
10/2/2026 06:28
Tokoh Oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa Ditangkap Lagi Usai Bebas Beberapa Jam
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.(Media Sosial X)

SITUASI politik di Venezuela kembali memanas setelah tokoh oposisi terkemuka, Juan Pablo Guanipa, ditangkap kembali oleh sekelompok pria bersenjata pada Minggu malam waktu setempat. Penangkapan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah ia dibebaskan dari statusnya sebagai tahanan politik.

Keluarga dan sekutu politik Guanipa menyebut aksi ini sebagai "penculikan" dan menuduh rezim Karakas bertanggung jawab sepenuhnya. Kantor Jaksa Agung kemudian mengonfirmasi permintaan agar Guanipa dikenakan tahanan rumah atas tuduhan pelanggaran syarat pembebasan, meski tanpa rincian lebih lanjut.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, menyatakan Guanipa ditangkap kembali karena dituduh "memobilisasi massa ke jalanan."

“Mereka dibebaskan, mereka berkumpul kembali dengan keluarga, sampai kebodohan dari beberapa politisi membuat mereka percaya mereka bisa melakukan apa pun yang mereka mau dan membuat keributan di negara ini,” ujar Cabello menanggapi penangkapan tersebut.

Kronologi Penangkapan Paksa

Pemimpin oposisi dan peraih Nobel, María Corina Machado, melaporkan Guanipa, 61, disergap di lingkungan Los Chorros, Karakas. Menurutnya, pelaku adalah pria bersenjata berpakaian sipil yang datang menggunakan empat kendaraan.

Putra Guanipa, Ramón, menceritakan melalui sebuah video, ayahnya "dijebak" saat menghadiri acara malam hari oleh sekitar 10 agen tak dikenal.

“Mereka menodongkan senjata, mereka bersenjata berat, dan mereka membawa ayah saya,” ungkap Ramón sembari menuntut bukti bahwa ayahnya masih hidup.

Partai Primero Justicia yang dipimpin Guanipa mengecam keras tindakan ini dan meminta pertanggungjawaban dari para pejabat tinggi, termasuk Presiden interim Delcy Rodríguez dan Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello.

Antara Amnesti dan Tekanan AS

Pembebasan Guanipa awalnya merupakan bagian dari upaya Karakas memenuhi tuntutan Amerika Serikat setelah penangkapan Nicolás Maduro oleh pasukan khusus AS bulan lalu. Sebagai syarat dukungan, pemerintahan transisi di bawah Delcy Rodríguez diminta membuka akses minyak dan membebaskan tahanan politik.

Namun, kasus Guanipa menimbulkan keraguan atas janji amnesti massal yang dijanjikan pemerintah sebelum 13 Februari mendatang. Organisasi hak asasi manusia Foro Penal mencatat bahwa meskipun sekitar 30 orang dibebaskan pada Minggu lalu, ratusan tahanan politik lainnya masih mendekam di penjara.

Guanipa sebelumnya ditangkap pada Mei 2025 atas tuduhan rencana teror terhadap pemilu, tuduhan yang selalu ia bantah dengan tegas. Hingga kini, ketidakpastian nasib Guanipa menjadi cermin rapuhnya proses rekonsiliasi nasional yang tengah diupayakan di Venezuela. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya