Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK hak asasi manusia (HAM) terkemuka di Venezuela, Foro Penal, melaporkan setidaknya 80 tahanan politik telah dibebaskan dari berbagai penjara di seluruh negeri pada Sabtu waktu setempat. Pembebasan ini disebut terjadi di bawah tekanan kuat dari Amerika Serikat.
Kepala Foro Penal, Alfredo Romero, menyatakan pihaknya tengah melakukan verifikasi identitas terhadap mereka yang baru saja keluar dari jeruji besi. Ia juga memprediksi akan ada lebih banyak tahanan yang menyusul untuk dibebaskan dalam waktu dekat.
Gelombang pembebasan ini merupakan yang terbaru sejak peristiwa dramatis awal bulan ini, di mana Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah penggerebekan dan membawanya ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba.
Terdapat perbedaan data yang mencolok antara pihak pemerintah dan aktivis kemanusiaan. Pada Jumat lalu, Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengeklaim lebih dari 600 tahanan telah dibebaskan. Namun, Foro Penal menilai angka tersebut sengaja dilebih-lebihkan.
Dalam pengumumannya di media sosial, Romero juga membagikan kabar mengenai kolega mereka di Foro Penal, Kennedy Tejeda, yang akhirnya bebas setelah ditahan di penjara Tocorón sejak Agustus 2024. Pengacara Foro Penal, Gonzalo Himiob, menambahkan melalui platform X bahwa angka pembebasan bisa melampaui 80 orang seiring berjalannya proses verifikasi.
Meski telah dibebaskan, para aktivis memperingatkan banyak dari mereka yang belum sepenuhnya bebas secara hukum. Foro Penal mencatat bahwa tuduhan terhadap para tahanan seringkali tidak dibatalkan, sehingga membuat mereka berada dalam ketidakpastian hukum (legal limbo).
"Mereka juga dilarang berbicara di depan umum," ungkap kelompok tersebut dalam pernyataan sebelumnya.
Hingga saat ini, kelompok tersebut baru mengonfirmasi pembebasan total 156 tahanan politik sejak 8 Januari. Di antara mereka terdapat tokoh-tokoh oposisi domestik serta setidaknya lima warga negara Spanyol.
Di sisi lain, Delcy Rodriguez menyatakan berencana melakukan pembicaraan dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, Senin. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta PBB memverifikasi daftar tahanan yang telah dibebaskan.
Pemerintah Venezuela sendiri secara konsisten membantah adanya tahanan politik di negara tersebut. Mereka bersikeras bahwa individu-individu yang ditahan terlibat dalam aktivitas kriminal. Sebagian besar dari mereka ditangkap setelah pemilihan presiden 2024, di mana Maduro mengeklaim kemenangan meskipun hasilnya disengketakan oleh pihak oposisi dan banyak negara di dunia.
Kelompok HAM menuduh pemerintah selama ini menggunakan penahanan sebagai alat untuk membungkam kritik terhadap rezim yang berkuasa. (BBC/Z-2)
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Hanya beberapa jam setelah dibebaskan dari penjara, tokoh oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa kembali ditangkap paksa oleh pria bersenjata.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Narasi pemerintah AS terkait penembakan dua imigran Venezuela di Oregon runtuh di pengadilan. Tak ada bukti keterlibatan geng Tren de Aragua seperti yang diklaim DHS.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved