Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

80 Tahanan Politik Venezuela Akhirnya Dibebaskan

Thalatie K Yani
26/1/2026 09:10
80 Tahanan Politik Venezuela Akhirnya Dibebaskan
Kelompok HAM Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 80 tahanan politik di Venezuela menyusul tekanan dari Amerika Serikat. (Foro Penal)

KELOMPOK hak asasi manusia (HAM) terkemuka di Venezuela, Foro Penal, melaporkan setidaknya 80 tahanan politik telah dibebaskan dari berbagai penjara di seluruh negeri pada Sabtu waktu setempat. Pembebasan ini disebut terjadi di bawah tekanan kuat dari Amerika Serikat.

Kepala Foro Penal, Alfredo Romero, menyatakan pihaknya tengah melakukan verifikasi identitas terhadap mereka yang baru saja keluar dari jeruji besi. Ia juga memprediksi akan ada lebih banyak tahanan yang menyusul untuk dibebaskan dalam waktu dekat.

Gelombang pembebasan ini merupakan yang terbaru sejak peristiwa dramatis awal bulan ini, di mana Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah penggerebekan dan membawanya ke New York untuk menghadapi persidangan atas tuduhan perdagangan narkoba.

Simpang Siur Jumlah Tahanan

Terdapat perbedaan data yang mencolok antara pihak pemerintah dan aktivis kemanusiaan. Pada Jumat lalu, Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, mengeklaim lebih dari 600 tahanan telah dibebaskan. Namun, Foro Penal menilai angka tersebut sengaja dilebih-lebihkan.

Dalam pengumumannya di media sosial, Romero juga membagikan kabar mengenai kolega mereka di Foro Penal, Kennedy Tejeda, yang akhirnya bebas setelah ditahan di penjara Tocorón sejak Agustus 2024. Pengacara Foro Penal, Gonzalo Himiob, menambahkan melalui platform X bahwa angka pembebasan bisa melampaui 80 orang seiring berjalannya proses verifikasi.

Status Hukum yang Menggantung

Meski telah dibebaskan, para aktivis memperingatkan banyak dari mereka yang belum sepenuhnya bebas secara hukum. Foro Penal mencatat bahwa tuduhan terhadap para tahanan seringkali tidak dibatalkan, sehingga membuat mereka berada dalam ketidakpastian hukum (legal limbo).

"Mereka juga dilarang berbicara di depan umum," ungkap kelompok tersebut dalam pernyataan sebelumnya.

Hingga saat ini, kelompok tersebut baru mengonfirmasi pembebasan total 156 tahanan politik sejak 8 Januari. Di antara mereka terdapat tokoh-tokoh oposisi domestik serta setidaknya lima warga negara Spanyol.

Tanggapan Pemerintah dan PBB

Di sisi lain, Delcy Rodriguez menyatakan berencana melakukan pembicaraan dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, Senin. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta PBB memverifikasi daftar tahanan yang telah dibebaskan.

Pemerintah Venezuela sendiri secara konsisten membantah adanya tahanan politik di negara tersebut. Mereka bersikeras bahwa individu-individu yang ditahan terlibat dalam aktivitas kriminal. Sebagian besar dari mereka ditangkap setelah pemilihan presiden 2024, di mana Maduro mengeklaim kemenangan meskipun hasilnya disengketakan oleh pihak oposisi dan banyak negara di dunia.

Kelompok HAM menuduh pemerintah selama ini menggunakan penahanan sebagai alat untuk membungkam kritik terhadap rezim yang berkuasa. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya