Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

CIA Bangun Kehadiran Permanen AS di Venezuela

Media Indonesia
27/1/2026 23:11
CIA Bangun Kehadiran Permanen AS di Venezuela
Ilustrasi.(Al Jazeera)

BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut. Demikian laporan CNN, Selasa (27/1), mengutip sejumlah sumber.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa CIA dan Departemen Luar Negeri AS tengah berkoordinasi terkait bentuk aktivitas AS di Venezuela, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Departemen Luar Negeri diperkirakan akan menjadi representasi diplomatik jangka panjang AS di negara itu.

Sebelum pembukaan resmi kedutaan, pemerintahan Presiden Donald Trump kemungkinan akan mengandalkan kantor cabang CIA untuk memulai proses masuk kembali dan menjalin kontak informal dengan anggota dari berbagai faksi politik Venezuela.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa CIA dapat memberikan pengarahan kepada para pejabat Venezuela terkait intelijen AS mengenai pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan, seperti Tiongkok, Rusia, dan Iran.

"Mendirikan kantor cabang adalah prioritas utama. Sebelum jalur diplomatik dibuka, kantor cabang dapat membantu membangun saluran penghubung, yang akan dilakukan dengan intelijen Venezuela, dan itu memungkinkan terjadinya percakapan yang tidak bisa dilakukan oleh para diplomat," kata seorang mantan pejabat pemerintah AS yang mengetahui rencana tersebut, seperti dikutip CNN.

Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York. Menurut otoritas AS, keduanya diduga terlibat dalam kasus narkoterorisme.

Dalam sidang di pengadilan New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan tersebut. Pemerintah Venezuela kemudian meminta digelar pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB terkait operasi AS itu.

Mahkamah Agung Venezuela selanjutnya secara sementara mengalihkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari. (Sputnik/RIA Novosti-OANA/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya