Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi. Ia meninggalkan dunia yang mungkin tidak dapat dikenali lagi setelah masa jabatannya berakhir.
Alih-alih melambat, Trump--yang akan berusia 80 tahun pada Juni--mengawali tahun baru dengan serangkaian tindakan agresif menentang struktur yang telah ada selama beberapa dekade dengan dukungan oleh Amerika Serikat.
Pada 3 Januari, Trump memerintahkan serangan terhadap Venezuela yang kaya minyak. Serangan itu menewaskan lebih dari 100 orang.
Pasukan komando lantas menculik presiden sayap kiri Nicolas Maduro, musuh lama AS. Sejak saat itu, Trump mengancam akan menggunakan kekuatan terhadap sejumlah teman dan musuh.
Pemimpin Partai Republik itu meningkatkan seruan untuk merebut Greenland dari sekutu NATO, Denmark, dan memperingatkan akan menyerang Iran karena rezim ulama tersebut secara brutal menekan protes.
Ia juga pernah mempertimbangkan aksi militer di Kolombia dan Meksiko, meskipun tampaknya ia mundur setelah berbicara dengan presiden mereka. Gaya yang berubah-ubah ini menurut para pendukungnya menunjukkan bahwa Trump lebih menyukai diplomasi ketika ia dapat mencapai hasil yang diinginkannya.
Namun Trump juga meninggalkan cara-cara tradisional dalam bernegara saat ia bersumpah untuk bertindak sendiri dalam visi Amerika Pertama. Baru-baru ini ia menarik Amerika Serikat keluar dari puluhan badan PBB dan kelompok internasional lain.
"Banyak organisasi internasional sekarang melayani proyek globalis yang berakar pada fantasi 'Akhir Sejarah' yang didiskreditkan," kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio merujuk pada harapan pasca-Perang Dingin akan dunia yang stabil dengan konsensus untuk demokrasi.
Penerimaan Trump yang tak menyesal terhadap kekuatan juga terjadi di dalam negeri. Dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, pemerintahannya bahkan tidak menawarkan simpati formal ketika seorang agen antiimigrasi bertopeng menembak mati seorang pengemudi di Minneapolis, malah meningkatkan jumlah pasukan.
Stephen Miller, arsitek kampanye antiimigran Trump yang sarat dengan isu rasial dan memainkan peran yang semakin besar dalam kebijakan luar negeri sebagai wakil kepala staf Gedung Putih, mengatakan sudah saatnya untuk melampaui kesopanan internasional.
"Kita hidup di dunia, di dunia nyata yang diatur oleh kekuatan, yang diatur oleh paksaan, yang diatur oleh kekuasaan," kata Miller dalam sebuah wawancara CNN.
Amerika Serikat memimpin pembentukan lembaga-lembaga internasional setelah Perang Dunia II, dari Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga NATO. Lembaga itu juga dikecam Trump sebagai tidak adil bagi Amerika Serikat.
Para pemimpin AS sering dituduh munafik, seperti pada 2003 ketika George W. Bush menginvasi Irak setelah melewati Perserikatan Bangsa-Bangsa. Perbedaannya, kata beberapa pengamat, yaitu Trump jarang sekali berpura-pura mengejar prinsip-prinsip universal yang lebih tinggi seperti mempromosikan demokrasi.
Di Venezuela, saat Rubio dan yang lain telah lama mencap kemenangan Maduro tidak sah setelah laporan tentang kecurangan pemilu yang meluas, Trump menolak oposisi dan ingin bekerja sama dengan wakil presiden Maduro, pemimpin sementara yang baru.
Trump mengatakan prioritasnya ialah mengendalikan minyak Venezuela. Dia akan menggunakan ancaman kekerasan untuk menjaga negara itu tetap patuh.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa pendekatan Amerika saat ini dapat menandai era kolonialisme baru dan imperialisme baru, empat tahun setelah Rusia menginvasi Ukraina.
"Amerika Serikat adalah kekuatan yang mapan, tetapi secara bertahap menjauh dari beberapa sekutunya dan melepaskan diri dari aturan internasional yang masih dipromosikannya baru-baru ini," kata Macron.
Seorang peneliti di Brookings Institution, Melanie Sisson, mengatakan Amerika Serikat telah lama berhasil tanpa harus menyerang, menaklukkan, dan menginvasi.
"Pada umumnya, kami mampu mencapai tujuan kami, lebih sering daripada tidak, dengan menggunakan alat-alat pengaruh lain, yang dijalankan melalui organisasi dan aliansi internasional," katanya.
Meskipun Eropa merindukan tatanan liberal, Sisson mengatakan kekuatan-kekuatan lain pasti akan mengikuti jejak Trump dalam mengejar kepentingan pribadi semata.
"Saya rasa tidak akan ada rekonstruksi tatanan internasional usai Perang Dunia II seperti yang mungkin kita kenal," katanya.
"Itu tidak berarti beberapa prinsip inti dari tatanan tersebut tidak dapat dibentuk kembali, tetapi Trump sedang membentuk kembali politik internasional dengan cara yang akan bertahan lama."
Seorang diplomat dari sekutu AS, yang berbicara dengan syarat anonim untuk bersikap jujur, mengatakan meskipun metode Trump bisa mengejutkan, waktunya sudah tepat untuk perubahan.
Rusia dan Israel sama-sama melakukan kampanye militer tanpa hambatan oleh kecaman internasional yang luas. "Jelas bahwa tatanan global tidak berjalan dengan baik, meskipun kita berpura-pura demikian." (AFP/I-2)
Hubungan antara Kanada dan AS saat ini sedang mendingin setelah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif pada barang-barang Kanada.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Kamis (5/2) waktu setempat, Donald Trump memuji kepemimpinan Sanae Takaichi sebagai sosok yang kuat dan bijaksana.
TERPIDANA kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengatakan kepada seorang pengusaha Qatar bahwa Doha perlu 'bernyanyi dan menari' untuk Israel.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
WARGA negara asing (WNA) ditemukan meninggal dunia di salah satu apartemen, kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (4/2).
Meski mendapat desakan kuat dari Israel, pemerintah AS menyatakan masih memprioritaskan jalur diplomasi guna menyelesaikan persoalan program nuklir Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved