Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Habis Venezuela, Trump Ancam Kuba, Meksiko, Kolombia

Ferdian Ananda Majni
04/1/2026 21:34
Habis Venezuela, Trump Ancam Kuba, Meksiko, Kolombia
Donald Trump.(Al Jazeera)

SETELAH pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1) dan menangkap Presiden Nicolas Maduro atas tuduhan perdagangan narkoba, Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga, termasuk Kuba, Meksiko dan Kolombia. Ia menyiratkan bahwa tetangga lain yang merepotkan dapat menghadapi nasib serupa.

Langkah Trump, yang dilakukan secara sepihak, dilatarbelakangi tuduhan bahwa Maduro dan sekutunya terlibat dalam perdagangan narkoba dan mendukung kartel. Peringatannya kepada negara-negara lain mengikuti pola yang serupa.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menuding Meksiko dijalankan oleh kartel narkoba, bukan Presiden Claudia Sheinbaum. "Sesuatu harus dilakukan terhadap Meksiko," kata Trump. 

"Mereka (kartel) mengendalikan Meksiko. Saya telah berkali-kali bertanya kepadanya apakah dia ingin kita memberantas kartel-kartel itu. Tidak, tidak, tidak, Tuan Presiden, tidak, tidak, tidak, tolong. Jadi kita harus melakukan sesuatu," tambahnya.

Gustavo Petro

Selain Meksiko, Trump menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro memproduksi kokain dan mengirimkannya ke Amerika Serikat. Sedangkan mengenai Kuba, ia menyebut negara itu sebagai negara yang gagal.

"Saya pikir Kuba akan menjadi sesuatu yang akan kita bicarakan," ujarnya.

Trump menegaskan bahwa AS ingin membantu rakyat di negara-negara tersebut. Ia menegaskan niat untuk melindungi warga yang terpaksa meninggalkan dan tinggal di Kuba.

Ancaman Intervensi di Iran

Operasi di Venezuela dan ancaman terhadap negara-negara Karibia dan Amerika Selatan muncul beberapa hari setelah Trump memperingatkan kemungkinan intervensi militer di Iran. Kali ini, pembenarannya bukan narkoba, melainkan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran.

"Jika Iran menembak dan membunuh demonstran damai secara brutal, yang merupakan kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan mereka. Kami siap siaga dan siap bertindak," kata Trump melalui platform Truth Social.

Cadangan Minyak

Meskipun alasan intervensi berbeda-beda, Kolombia, Kuba, Iran, dan Meksiko memiliki satu kesamaan yaitu mereka ialah produsen minyak.

Setelah menangkap Maduro, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengelola Venezuela, membuka cadangan minyak negara tersebut bagi perusahaan minyak AS. 

"Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, dan mulai menghasilkan uang bagi negara ini," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa kehadiran militer AS akan dipertahankan untuk melindungi operasi minyak.

Data menunjukkan bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia diikuti Arab Saudi dan Iran dengan 209 miliar barel. Sedangkan Meksiko, Kolombia, dan Kuba memiliki cadangan gabungan lebih dari 7 miliar barel.

Kebutuhan Energi dan AI

Cadangan minyak tidak selalu sama dengan produksi. Namun AS tetap memimpin dalam produksi dan konsumsi global. Pangsa produksi AS mencapai 22% pada 2023, sedangkan konsumsi menyumbang 20% pada 2022, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

Sejak masa jabatan keduanya, Trump menggeser kebijakan energi AS dari transisi iklim ke dominasi energi berbahan bakar fosil, diwujudkan dengan slogan, "Bor, bor, bor!"

Ia juga menekankan kebutuhan energi yang meningkat akibat pembangunan infrastruktur AI yang membutuhkan kapasitas listrik jauh lebih besar dari saat ini.

"AI adalah layanan digital pertama dalam kehidupan modern yang menantang Amerika untuk membangun pembangkit energi yang jauh lebih besar daripada yang kita miliki saat ini. Kapasitas energi Amerika telah stagnan sejak 1970-an sementara Tiongkok cepat membangun jaringan listrik mereka," tulis rencana aksi Trump tentang AI pada Juli 2025.

Meski memerlukan investasi miliaran dolar dan bertahun-tahun untuk memperbarui infrastruktur Venezuela, janji Trump untuk membuka cadangan negara itu bagi perusahaan AS merupakan langkah strategis untuk memenuhi tujuan dominasi energi dan keamanan pasokan.

Dengan latar belakang tersebut, ancaman Trump terhadap Kuba, Meksiko, Kolombia, dan Iran tidak bisa dipisahkan dari kepentingan energi, meskipun dikemas sebagai upaya melawan narkoba atau melindungi rakyat. (Live Mint/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya