Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Iran Bantah Akan Negosiasi dengan AS, Ali Larijani Sebut Trump Delusi

 Gana Buana
02/3/2026 16:29
Iran Bantah Akan Negosiasi dengan AS, Ali Larijani Sebut Trump Delusi
Iran Bantah Negosiasi dengan AS(Dok. CNBC News)

KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara tegas membantah adanya upaya diplomasi atau inisiatif perundingan dengan Amerika Serikat.

Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer yang melibatkan serangan langsung antara Teheran dan koalisi AS-Israel.

Melalui platform X pada Senin (2/3), Larijani menepis laporan media internasional, termasuk The Wall Street Journal dan Al Jazeera, yang menyebutkan bahwa Iran tengah mencoba membuka jalur komunikasi dengan Washington melalui mediasi Oman.

Dengan nada tegas, Larijani menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah terlibat dalam pembicaraan dengan pihak Negeri Paman Sam dalam situasi saat ini.

Ali Larijani: Trump Ubah Slogan Menjadi 'Israel First'

Tidak hanya membantah isu negosiasi, Larijani juga melontarkan kritik tajam terhadap Presiden AS Donald Trump. Ia menilai kebijakan luar negeri Trump telah menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam kekacauan demi ambisi kekuasaan Israel.

Larijani menuding Trump telah mengkhianati slogan "America First" dan mengubahnya menjadi "Israel First".

Menurutnya, tentara Amerika Serikat kini menjadi korban dari ilusi kosong dan delusi pemimpin mereka sendiri. Ia juga menekankan bahwa keluarga militer AS harus membayar harga mahal akibat kebohongan-kebohongan yang diproduksi oleh pemerintahannya.

Eskalasi Militer dan Balasan Iran

Pernyataan keras dari Teheran ini dilatari oleh peristiwa berdarah pada akhir pekan lalu. Kampanye militer gabungan yang diluncurkan AS dan Israel pada Sabtu dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Bahkan, laporan yang beredar menyebutkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut.

Sebagai bentuk balasan, Teheran meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal yang menyasar sejumlah wilayah di negara-negara Teluk. Berdasarkan data terkini, serangan balasan tersebut mengakibatkan:

Kategori Detail Informasi
Korban Pihak AS 3 Personel Tewas, 5 Luka Serius
Jenis Serangan Drone dan Rudal Balistik
Lokasi Target Negara-negara Teluk (Pangkalan AS)

Penolakan negosiasi oleh Larijani ini menandakan bahwa pintu diplomasi telah tertutup rapat. Dengan situasi yang terus memanas, komunitas internasional kini mengkhawatirkan terjadinya perang terbuka skala besar yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ekonomi global di tahun 2026 ini. (Anadolu/Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya