Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA menguji teknologi satelit baru bernama DiskSat di orbit rendah Bumi. Satelit ini dirancang sebagai alternatif CubeSat dengan bentuk berbeda, namun tetap hemat biaya dan mudah diluncurkan.
DiskSat berbentuk pipih seperti piringan dengan diameter sekitar satu meter dan ketebalan hanya beberapa sentimeter. Bentuk ini memberi area lebih luas untuk panel surya dan antena, sehingga daya yang dihasilkan lebih besar.
Empat satelit DiskSat berbentuk piringan kecil yang diluncurkan oleh Rocket Lab Electron untuk NASA dan US Space Force telah berhasil ditempatkan di orbit rendah Bumi (LEO) setelah peluncuran pada 18 Desember 2025.
Keempat DiskSat ini sekarang berada dalam orbit pada ketinggian sekitar 550 km, dan tim sedang melakukan langkah-langkah awal untuk menghubungi serta menguji fungsi mereka.
Satelit ini akan diuji untuk stabilitas, manuver, dan kinerja di lingkungan luar angkasa. Meski bentuknya berbeda, DiskSat tetap memakai sistem peluncuran standar seperti CubeSat. Beberapa satelit bisa ditumpuk dalam satu roket lalu dilepas satu per satu di orbit.
DiskSat dikembangkan oleh The Aerospace Corporation dengan pendanaan dari NASA. Satelit ini tetap menggunakan komponen standar CubeSat, tetapi disusun lebih efisien agar mampu membawa instrumen yang lebih besar.
Permukaan DiskSat yang luas cocok untuk misi komunikasi, radar, dan pengamatan Bumi. Satelit ini juga dilengkapi propulsi listrik untuk mengatur orbit dengan lebih presisi.
Teknologi DiskSat membuka peluang baru bagi satelit kecil untuk menjalankan misi yang sebelumnya sulit dilakukan. Ke depan, desain ini bisa mendukung konstelasi satelit dan pengamatan Bumi beresolusi tinggi. (E-3)
Layanan Internet Merah Putih (IMP) resmi diperkenalkan sebagai pengembangan baru layanan internet satelit broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Satelit Nusantara Lima (SNL/N5) resmi mencapai orbit geostasioner di 113 derajat bujur timur pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Telkomsat menghadirkan Satelit Merah Putih 2 sebagai bagian dari solusi sistem pertahanan dan keamanan nasional untuk mendukung kepentingan strategis bangsa Indonesia.
Penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi menyimpan hidrogen dalam jumlah besar, yang bisa menjelaskan terbentuknya air dari dalam planet, bukan hanya dari komet.
Ilmuwan temukan lubang gravitasi di Antartika yang semakin kuat selama jutaan tahun, memicu pergeseran air laut dan memengaruhi stabilitas es kutub.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Tanpa keseimbangan sempurna dari elemen-elemen ini, sebuah planet berbatu mungkin tampak layak huni di permukaannya, namun secara mendasar tidak akan mampu mendukung kehidupan biologis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pangkas RKAB batu bara 2026 jadi 600 juta ton. Cek dampaknya ke harga saham emiten batu bara hari ini.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved