Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Fenomena Langit Februari 2026 Ada Okultasi Bulan terhadap Regulus, Apa Itu Snow Moon?

Abi Rama
31/1/2026 22:30
Fenomena Langit Februari 2026 Ada Okultasi Bulan terhadap Regulus, Apa Itu Snow Moon?
Ilustrasi.(freepik)

FENOMENA astronomi fenomena langit malam Snow Moon pada 1 Februari 2026. Dilansir dari BBC, bulan purnama ini dapat diamati setelah matahari terbenam hingga menjelang pagi hari. Pemandangan ini dianggap menarik karena karena okultasi bulan tampak berdekatan dengan planet Jupiter, planet paling terang di langit malam saat ini.

Snow Moon adalah sebutan untuk Bulan purnama yang muncul pada bulan Februari. Nama ini berasal dari tradisi masyarakat di Belahan Bumi Utara, yang menjadikan Februari sebagai periode dengan curah salju tertinggi dalam setahun. Penamaan Bulan purnama sendiri telah digunakan selama berabad-abad sebagai penanda perubahan musim maupun peristiwa alam dan budaya yang terjadi pada waktu tertentu.

Meski memiliki julukan khusus, Snow Moon tidak memiliki perbedaan fisik dibandingkan Bulan purnama lainnya. Namun, setiap kemunculan Bulan purnama tetap menjadi tontonan menarik bagi pengamat langit, sekaligus pengingat hubungan panjang manusia dengan satu-satunya satelit alami Bumi.

Pada Jumat (30/1) malam kemarin Snow Moon tampak sangat dekat dengan Jupiter. Banyak orang mungkin mengira cahaya terang di bawah Bulan sebagai bintang, padahal itu adalah Jupiter yang saat ini menjadi planet paling mencolok di langit malam. Seiring waktu menuju tengah malam, Bulan dan Jupiter akan terlihat bergerak bersama ke arah selatan, melintasi langit secara perlahan.

Selain itu, Bulan dan Jupiter juga membentuk pola menyerupai persegi dengan dua bintang lain di sekitarnya, yaitu Castor dan Pollux, sepasang bintang kembar dalam rasi Gemini. Bagi pengamat yang bangun lebih awal, Bulan dan Jupiter masih dapat terlihat rendah di dekat cakrawala barat-barat laut sebelum matahari terbit pada Sabtu pagi.

Secara visual, Bulan yang baru terbit dari arah timur mungkin tampak lebih besar dari biasanya. Fenomena ini dikenal sebagai ilusi Bulan, sebuah efek optik yang terjadi ketika Bulan berada dekat dengan cakrawala. Warna Bulan juga bisa terlihat kekuningan hingga kemerahan akibat cahaya Bulan melewati lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal.

Memasuki Sabtu dan Minggu malam, posisi Bulan akan terus bergeser ke arah timur, menjauhi Jupiter. Pada Minggu (1/2) nanti Bulan mencapai fase purnama sempurna atau puncak Snow Moon. Pada malam tersebut, Bulan akan tampak berdekatan dengan Regulus, bintang paling terang di rasi Leo.

Regulus berada di bagian bawah pola bintang berbentuk tanda tanya terbalik yang dikenal sebagai Sickle asterism. Meski cahaya Bulan purnama cukup terang dan dapat menyulitkan pengamatan pola bintang, Regulus masih bisa dikenali di bawah dan sedikit ke kiri dari Bulan.

Fenomena lanjutan juga akan terjadi pada Senin malam hingga dini hari Rabu, ketika Bulan semakin mendekati Regulus. Di beberapa wilayah, bintang tersebut bahkan dapat terlihat seolah melintas sangat dekat dengan Bulan, menambah daya tarik rangkaian fenomena Snow Moon kali ini. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya