Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Jalur, Durasi, dan Bahaya Melihat Tanpa Pelindung

Asha Bening Rembulan
04/2/2026 21:51
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Jalur, Durasi, dan Bahaya Melihat Tanpa Pelindung
ilustrasi gerhana matahari cincin.( EarthSky)

BULAN baru pada 17 Februari nanti akan memicu gerhana matahari cincin dengan gerhana sebagian terlihat di Amerika Selatan dan Afrika bagian selatan, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra Hindia, serta tentunya sebagian besar kawasan Antartika. Secara keseluruhan, gerhana akan berlangsung selama 271 menit dengan waktu maksimum matahari memperlihatkan “cincin api” selama 2 menit 20 detik. Cincin api tersebut merupakan bagian matahari yang akan terlihat di permukaan luarnya.

Jalur gerhana matahari cincin hanya terlihat di bagian terpencil Antartika yang akan dimulai pada 11.42 UTC. Pada saat itulah, bayangan antumbra bulan pertama kali jatuh ke Bumi dan membentuk jalur seluas 616 kilometer dan panjang mencapai 4.282 kilometer. Gerhana matahari cincin mencapai puncak gerhana pada pukul 12.13 UTC yang akan menutupi hingga 96% matahari. Gerhana cincin ini akan berakhir dengan gerhana parsial pada pukul 14.27 UTC. 

Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari. Menyaksikan gerhana matahari cincin melalui lensa kamera, teleskop, teropong, atau perangkat optik lainnya saat mengenakan kacamata gerhana sangat dilarang. Hal tersebut disebabkan oleh adanya kemungkinan sinar matahari yang terkonsentrasi dapat menembus filter dan menyebabkan cedera mata yang serius.

*Mengapa Gerhana Matahari Cincin Berbahaya?*

Gerhana matahari cincin berbeda dari gerhana matahari total yang mana tidak memiliki periode totalitas ketika Bulan sepenuhnya menutupi sisi terang matahari. Hal ini yang menyebabkan melihat gerhana matahari cincin dengan mata telanjang sangat berbahaya. Selain itu, para ahli telah memperingatkan bahwa tidak ada dosis aman baik dari sinar ultraviolet matahari maupun radiasi inframerah. Dosis yang sangat kecil tetap bisa menyebabkan kerusakan penglihatan. Oleh karena itu, melihat matahari bahkan saat gerhana tetap dapat menyebabkan kerusakan mata sehingga diperlukan pelindung mata dengan filter matahari untuk menyaksikan gerhana matahari cincin pada 17 Februari nanti.  

Sumber: EarthSky, NASA

(P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya