Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Mengapa Gerhana Matahari Membuat Hewan Berperilaku Aneh? Ini Alasannya

Asha Bening Rembulan
08/2/2026 19:13
Mengapa Gerhana Matahari Membuat Hewan Berperilaku Aneh? Ini Alasannya
Saat gerhana terjadi, banyak hewan justru menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seolah-olah merasa bingung atau gelisah.(Freepik)

BAGI manusia, gerhana matahari sering menjadi momen yang menakjubkan dan mengundang rasa kagum. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi hewan. Saat gerhana terjadi, banyak hewan justru menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seolah-olah merasa bingung atau gelisah.

Walaupun gerhana matahari hanya berlangsung beberapa menit, perubahan suasana menjadi gelap di siang hari dapat mengganggu aktivitas harian hewan. Hal ini terjadi karena hewan sangat bergantung pada jam biologis tubuh yang disebut ritme sirkadian, yaitu sistem alami yang mengatur waktu tidur, mencari makan, hingga berburu.

Para astronom modern dan pemburu gerhana melaporkan berbagai reaksi unik dari hewan liar maupun domestik. Misalnya, sapi perah tiba-tiba kembali ke kandang, jangkrik mulai berkicau seperti saat malam, bahkan paus terlihat muncul ke permukaan laut.

Salah satu pengamat gerhana, Tora Greve, mencatat bahwa tepat ketika matahari menghilang, katak mulai bersuara dan burung pemangsa berhenti berputar-putar di udara. Dalam ekspedisinya ke Zambia pada tahun 2001, Greve juga menyaksikan jerapah berlari kencang saat gerhana total berlangsung. Namun, ketika cahaya matahari kembali muncul, jerapah tersebut berhenti dan kembali makan seperti biasa.

Pengamatan lain pada gerhana matahari Agustus 2017 menunjukkan bahwa reaksi hewan dapat dikelompokkan menjadi beberapa tipe. Ada hewan yang tetap berperilaku normal, ada yang menjalankan rutinitas malam hari, dan ada pula yang menunjukkan kecemasan atau perilaku baru.

Sebagai contoh, beruang dilaporkan tidak terpengaruh oleh fenomena ini. Sebaliknya, burung-burung nokturnal justru keluar dari persembunyian pada puncak gerhana total, lalu kembali berkamuflase ketika langit mulai terang. Perilaku jerapah pun kembali menunjukkan tanda-tanda kecemasan, sesuai dengan pengamatan Greve sebelumnya.

Meski menarik, mengumpulkan data tentang reaksi hewan saat gerhana matahari total bukanlah hal mudah. Jalur gerhana tersebar di berbagai belahan dunia dan sering kali hanya terlihat di wilayah terpencil.

Karena itu, Rebecca Johnson, peneliti dari California Academy of Sciences, menciptakan proyek Life Responds untuk mengumpulkan laporan dari jutaan orang yang menyaksikan gerhana total selama periode Agustus 2017 hingga April 2024. Selain itu, NASA juga meluncurkan proyek Eclipse Soundscapes pada 2024 untuk mempelajari bagaimana jangkrik merespons gerhana. (National Geographic/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya