Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 307 juta tahun lalu, hidup seekor makhluk darat seukuran bola sepak yang gemar memakan tumbuhan. Spesies yang baru saja dideskripsikan ilmuwan ini diberi nama Tyrannoroter heberti, dan disebut sebagai salah satu vertebrata darat herbivora paling awal yang pernah ditemukan.
Temuan ini dipaparkan dalam studi yang diterbitkan pada 10 Februari di jurnal Nature Ecology & Evolution, dan membantu mengungkap sejarah awal munculnya kebiasaan herbivora pada hewan darat.
“Tyrannoroter adalah herbivora darat vertebrata paling awal dan terlengkap yang menunjukkan adaptasi untuk mengolah bahan tumbuhan berserat tinggi,” kata Arjan Mann, salah satu penulis studi sekaligus asisten kurator ikan fosil dan tetrapoda awal di Field Museum Chicago.
Ketika hewan pertama kali menetap di darat sekitar 375 juta tahun lalu, mereka pada dasarnya adalah pemakan daging. Namun seiring waktu, beberapa garis keturunan mulai memperluas pola makan mereka.
Para peneliti menyebut evolusi menuju herbivora sebagai salah satu titik penting dalam sejarah kehidupan.
Herbivori adalah “salah satu peristiwa ekologis terpenting dalam evolusi vertebrata darat.”
Kebiasaan ini muncul secara independen di beberapa kelompok hewan berkaki empat (tetrapoda), dan pada akhirnya ikut membentuk ekosistem darat modern seperti yang kita kenal sekarang.
Fosil Tyrannoroter ditemukan oleh paleontolog amatir bernama Brian Hebert di Pulau Cape Breton, Nova Scotia, Kanada.
Ia mengamati tebing selama berjam-jam hingga akhirnya menemukan sebuah tengkorak sepanjang sekitar empat inci, yang tersimpan dalam tunggul pohon yang sudah menjadi fosil.
"Saat saya melihatnya, saya langsung tahu itu sangat penting. Itu sesuatu yang berbeda,” kata Hebert.
Dari tengkorak yang menjadi satu-satunya sisa tubuh yang ditemukan serta perbandingan dengan kerabat dekatnya, para peneliti memperkirakan hewan ini memiliki panjang sekitar satu kaki.
Secara bentuk, Tyrannoroter kemungkinan tampak seperti kadal yang kekar, meskipun pada masa itu reptil sejati belum muncul.
Nama T. heberti sendiri merupakan gabungan bahasa Latin dan Yunani yang dapat dimaknai sebagai penggali tiran Hebert. Nama itu diberikan untuk menghormati penemunya.
Pemindaian CT pada tengkorak menunjukkan mulut hewan ini dipenuhi 36 gigi, serta struktur penggiling yang disebut baterai gigi di langit-langit mulut dan rahang bawah.
Struktur ini saling berpasangan dan kemungkinan membantu Tyrannoroter mengunyah tumbuhan berserat tinggi.
Menurut Hillary Maddin, salah satu penulis studi dari Universitas Carleton, struktur serupa juga terlihat pada herbivora lain.
Meski memiliki adaptasi kuat sebagai herbivora, Tyrannoroter kemungkinan bukan vegetarian sepenuhnya.
Para peneliti menduga ia juga memangsa hewan kecil seperti serangga. Bahkan, cangkang serangga yang keras diduga bisa menjadi “jembatan evolusi” yang membantu kemampuan menggiling tumbuhan berserat.
Selain soal pola makan, fosil ini juga dianggap bisa memberi petunjuk tentang bagaimana hewan herbivora menghadapi perubahan iklim di masa lampau.
Pada era Tyrannoroter hidup, terjadi runtuhnya ekosistem hutan hujan dan periode pemanasan global.
“Garis keturunan hewan tempat Tyrannoroter berada tidak bernasib baik. Ini bisa menjadi data penting dalam gambaran yang lebih besar tentang apa yang terjadi pada hewan pemakan tumbuhan ketika perubahan iklim dengan cepat mengubah ekosistem mereka,” kata Mann dalam pernyataan resmi. (Smithsonian Magazine/Z-1)
SISWA sekolah menengah atas kelas 11 atau XI akan mempelajari pelajaran Biologi secara khusus. Ada sejumlah bab dan pembahasan dalam pelajaran Biologi yang mesti dipahami siswa SMA kelas 11.
KITA sudah mempelajari Bab 9 tentang Tanah dan Keberlangsungan Kehidupan dalam buku IPA kelas 9 semester 2. Bagaimana rangkumannya? Berikut rangkumannya.
Selain sebagai tempat hidup berbagai hewan tanah, tanah juga menghidupi tumbuhan dan hewan yang hidup di atas tanah? Lebih jelasnya peran tanah bagi kehidupan, simak tulisan di bawah ini.
Hama tanaman adalah masalah umum yang sering dihadapi oleh para petani dan penghobi kebun.
Berikut beberapa ilmuwan Timur dan Barat serta sejumlah penemuan yang bermanfaat hingga kini.
Burung dodo, selama ini, menjadi simbol global kepunahan akibat aktivitas manusia.
Sepanjang 2025, tim peneliti berhasil mencatat 1.618 jenis flora dan fauna. Terdapat penambahan 275 jenis flora dan fauna baru yang teridentifikasi di kawasan tersebut.
Kepodang kuduk hitam (Oriolus chinensis Linnaeus) merupakan salah satu dari 99 spesies burung yang ada di kampus IPB Dramaga.
Di sekitar kampus IPB Dramaga, setidaknya ada 50 spesies serangga pengunjung bunga berhasil diidentifikasi dari empat ordo Hymenoptera, Lepidoptera, Diptera, dan Coleoptera.
Setiap jenis kupu-kupu membutuhkan tumbuhan pakan dan inang untuk meletakkan telurnya yang spesifik (plant specific).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved