Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH perusahaan bioteknologi berbasis di Texas, Amerika Serikat (AS), mengklaim telah mencapai kemajuan besar dalam upaya membangkitkan kembali burung dodo, spesies ikonik yang punah hampir 300 tahun lalu.
Perusahaan tersebut adalah Colossal Biosciences, yang dikenal dengan ambisi besarnya dalam teknologi de-extinction atau "membangkitkan" spesies yang telah punah.
Colossal mengumumkan bahwa tim ilmuwan mereka berhasil menumbuhkan sel germinal primordial merpati, yaitu sel cikal bakal yang nantinya berkembang menjadi sperma dan sel telur.
Keberhasilan ini disebut sebagai terobosan penting karena burung dodo memiliki kekerabatan genetik yang dekat dengan merpati.
CEO sekaligus salah satu pendiri Colossal, Ben Lamm menyebut pencapaian tersebut sebagai langkah signifikan dalam proyek kebangkitan burung dalam karakter film Up Ini.
Menurutnya, kemampuan menjaga sel reproduksi unggas tetap hidup dalam jangka panjang membuka peluang baru dalam rekayasa genetika spesies burung yang telah punah.
“Terobosan ini menunjukkan bagaimana investasi kami dalam teknologi de-extinction mampu mendorong penemuan ilmiah sekaligus mengembangkan alat yang bermanfaat bagi upaya konservasi,” kata Lamm dikutip dari laman New York Post.
Kelompok Genetika Unggas Colossal menilai temuan ini sebagai langkah pivotal menuju kemungkinan menghidupkan kembali burung dodo, spesies tak bisa terbang yang terakhir tercatat hidup pada 1662 di Pulau Mauritius.
Burung dodo, selama ini, menjadi simbol global kepunahan akibat aktivitas manusia.
Direktur Spesies Unggas Colossal, Anna Keyte, menjelaskan bahwa sebelumnya teknologi kultur sel germinal primordial hanya berhasil diterapkan pada ayam, dengan formula yang dikembangkan hampir 20 tahun lalu. Namun, metode tersebut gagal digunakan pada spesies burung lain, termasuk yang masih berkerabat dekat.
“Resep kultur sel untuk ayam tidak bekerja pada spesies lain. Penemuan formula khusus untuk merpati ini secara drastis memperluas teknologi reproduksi unggas dan menjadi fondasi utama bagi proyek kebangkitan burung dodo,” ujar Keyte.
Colossal Biosciences juga dikenal karena dukungan investor kelas dunia. Sejumlah nama publik seperti aktor Chris Hemsworth, Nicholas Braun, serta aktivis dan influencer Paris Hilton tercatat sebagai investor dari perusahaan tersebut.
Saat ini, Colossal berupaya menghimpun pendanaan tambahan sebesar 120 juta dolar AS untuk melanjutkan proyek de-extinction, tidak hanya untuk burung dodo, tetapi juga beberapa spesies lain yang telah lama punah.
Selain dodo, Colossal menargetkan kebangkitan mamut berbulu, harimau Tasmania, serigala dire, serta Moa raksasa Pulau Selatan.
Pada Juli lalu, perusahaan ini bahkan mengumumkan kolaborasi dengan sutradara Lord of the Rings, Peter Jackson, untuk proyek menghidupkan kembali Moa yang berasal dari Selandia Baru.
Pada April 2025 lalu, Colossal juga mengklaim telah berhasil “menghidupkan kembali” serigala dire dengan mengombinasikan DNA purba dari fosil berusia ribuan tahun dengan DNA serigala abu-abu modern. Sementara itu, perusahaan memproyeksikan bahwa anak mamut berbulu pertama dapat lahir pada 2028.
Meski menuai kekaguman, proyek-proyek Colossal juga memicu perdebatan di kalangan ilmuwan dan pemerhati lingkungan, khususnya terkait etika, dampak ekosistem, serta definisi “kebangkitan” spesies punah itu sendiri.
Namun, bagi Colossal, terobosan terbaru ini menandai satu langkah lebih dekat untuk mengubah spesies yang selama ini hanya hidup dalam buku sejarah menjadi bagian dari dunia modern. (New York Post/Z-1)
Data terbaru menunjukkan sedikitnya 1.585 hektare habitat gajah Sumatra hilang sepanjang Januari 2024 hingga Oktober 2025.
PENELITIAN terbaru mengungkapkan bahwa peristiwa kepunahan massal sekitar 201,6 juta tahun yang lalu disebabkan oleh dingin vulkanik yang menandai berakhirnya periode Trias
PERAMBAHAN hutan lindung di wilayah Tlekung, Batu, Jawa Timur, mengancam kelestarian lutung jawa (Trachypithecus auratus) yang hidup di kawasan tersebut.
Sepanjang 2025, tim peneliti berhasil mencatat 1.618 jenis flora dan fauna. Terdapat penambahan 275 jenis flora dan fauna baru yang teridentifikasi di kawasan tersebut.
Kepodang kuduk hitam (Oriolus chinensis Linnaeus) merupakan salah satu dari 99 spesies burung yang ada di kampus IPB Dramaga.
Di sekitar kampus IPB Dramaga, setidaknya ada 50 spesies serangga pengunjung bunga berhasil diidentifikasi dari empat ordo Hymenoptera, Lepidoptera, Diptera, dan Coleoptera.
Setiap jenis kupu-kupu membutuhkan tumbuhan pakan dan inang untuk meletakkan telurnya yang spesifik (plant specific).
Kampus IPB Dramaga menjadi rumah bagi setidaknya 23 spesies mamalia dari total 777 spesies mamalia di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved