Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA astronomi akan menyambut fenomena gerhana matahari pertama di tahun 2026. Tepat pada tanggal 17 Februari 2026, fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) atau yang populer disebut sebagai Ring of Fire akan terjadi. Fenomena ini menjadi magnet bagi para pemburu gerhana global meski jalur totalitasnya berada di wilayah yang cukup ekstrem.
Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada di posisi yang cukup jauh dari Bumi (apogee) sehingga piringannya tampak lebih kecil dari Matahari. Akibatnya, saat Bulan melintas di depan Matahari, ia tidak menutupi seluruh permukaannya, melainkan menyisakan pinggiran bercahaya yang tampak seperti cincin emas di langit.
Menurut Time and Date dan Space.com, fase gerhana parsial akan dimulai pada pukul 09:56 UTC. Namun, fase "cincin" yang paling ditunggu-tunggu baru akan terjadi pada pukul 11:42 UTC. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 12:12 UTC, di mana Bulan akan menutupi hingga 96% piringan Matahari dengan durasi maksimal sekitar 2 menit 20 detik.
Jalur utama gerhana atau antumbra kali ini tergolong unik karena sebagian besar jalurnya melintasi benua Antartika. Mengutip laporan dari EarthSky, hanya beberapa stasiun penelitian di kutub selatan, seperti Stasiun Concordia dan Stasiun Mirny, yang akan mendapatkan pandangan 100% fase cincin tersebut.
Meski demikian, masyarakat di wilayah lain tetap bisa menikmati Gerhana Matahari Sebagian (Partial Eclipse). Wilayah yang masuk dalam jangkauan penumbra meliputi:
Bagi masyarakat di Indonesia, fenomena ini tidak dapat disaksikan secara langsung. Posisi jalur bayangan Bulan pada 17 Februari 2026 sepenuhnya berada di belahan Bumi bagian selatan dan tidak melintasi wilayah Asia. Warga di tanah air harus menunggu hingga tahun 2027 atau 2028 untuk mendapatkan kesempatan menyaksikan gerhana matahari dari wilayah domestik.
Para pakar mengingatkan bahwa pengamatan gerhana matahari, baik cincin maupun sebagian, wajib menggunakan filter matahari khusus (ISO 12312-2) untuk mencegah kerusakan permanen pada retina mata. Penggunaan kacamata hitam biasa sangat tidak disarankan karena tidak mampu memblokir radiasi inframerah dan ultraviolet yang berbahaya.
Sumber: Space.com
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
BERBEDA dari tahun 2025 yang terasa kurang meriah akan fenomena gerhana matahari, tahun 2026 hingga 2028 nanti Bumi akan mengalami rangkaian gerhana ganda.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
Bagi manusia, gerhana matahari sering menjadi momen yang menakjubkan dan mengundang rasa kagum. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi hewan
Gerhana matahari cincin diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 271 menit dengan waktu maksimum matahari memperlihatkan “cincin api” selama 2 menit 20 detik.
Sejumlah stasiun penelitian telah mengonfirmasi kesiapan observasi. Di antaranya adalah Stasiun Penelitian Concordia yang dikelola Prancis dan Italia, serta Stasiun Mirny milik Rusia
BERBEDA dari tahun 2025 yang terasa kurang meriah akan fenomena gerhana matahari, tahun 2026 hingga 2028 nanti Bumi akan mengalami rangkaian gerhana ganda.
Gerhana Matahari Cincin yang terjadi hari ini menawarkan berbagai fenomena visual yang menarik dan tidak biasa.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Pada 17 Februari bertepatan dengan kemunculan Bulan baru. Momen ini juga diramaikan perayaan Tahun Baru Imlek dan bersiapnya sebagian umat menyambut Ramadan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved