Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Riset Terbaru Gerhana Matahari Cincin 17 Februari, Jalur Pengamatan hingga Persiapan Ilmiah

Muhammad Ghifari A
25/2/2026 21:45
Riset Terbaru Gerhana Matahari Cincin 17 Februari, Jalur Pengamatan hingga Persiapan Ilmiah
gerhana matahari cincin(Doc Alan Howell dari Albuquerque, New Mexico)

PERKEMBANGAN terbaru terkait gerhana matahari cincin yang terjadi pada 17 Februari 2026 menunjukkan sejumlah pembaruan mengenai jalur pengamatan, kesiapan stasiun riset, hingga potensi siaran langsung untuk publik global.

Fenomena astronomi ini dipastikan melintasi wilayah terpencil di sekitar Antartika dan Samudra Selatan. Berdasarkan pemutakhiran data pengamatan, jalur cincin api (ring of fire) tetap terpusat di kawasan es Antartika, dengan durasi maksimum fase cincin sekitar 2 menit 20 detik di titik optimal.

Sejumlah stasiun penelitian telah mengonfirmasi kesiapan observasi. Di antaranya adalah Stasiun Penelitian Concordia yang dikelola Prancis dan Italia, serta Stasiun Mirny milik Rusia di Queen Mary Land.

Kedua lokasi tersebut diperkirakan mengalami fase cincin lebih dari satu menit dengan kondisi langit yang relatif stabil apabila cuaca mendukung.

Sementara itu, Stasiun McMurdo yang dioperasikan Amerika Serikat dipastikan hanya menyaksikan gerhana parsial dengan sekitar 86 persen piringan Matahari tertutup Bulan.

Wilayah yang Mengalami Gerhana Parsial

Update lintasan menunjukkan sebagian kecil wilayah selatan Amerika Selatan dan Afrika bagian selatan tetap masuk dalam zona gerhana parsial. Namun, mayoritas jalur utama tetap berada di kawasan perairan terpencil, sehingga peluang observasi publik secara langsung sangat terbatas.

Indonesia kembali dipastikan tidak termasuk dalam wilayah pengamatan. Saat fase puncak terjadi pada pukul 12.12.04 UTC (19.12.04 WIB), posisi Matahari sudah berada di bawah cakrawala untuk wilayah Indonesia.

Jadwal Penting Gerhana (UTC / WIB)

  1. Awal gerhana: 09.56.26 UTC (16.56.26 WIB)
  2. Awal fase cincin: 11.42.54 UTC (18.42.54 WIB)
  3. Puncak gerhana: 12.12.04 UTC (19.12.04 WIB)
  4. Akhir fase cincin: 12.41.29 UTC (19.41.29 WIB)
  5. Akhir gerhana parsial: 14.27.42 UTC (21.27.42 WIB)

Fokus Ilmiah dan Siaran Global

Para ilmuwan memanfaatkan momen ini untuk mempelajari dinamika korona Matahari, karakteristik atmosfer Bulan, serta efek radiasi Matahari di wilayah kutub selatan.

Meski lokasi pengamatan sulit dijangkau, sejumlah lembaga astronomi internasional dikabarkan tengah menyiapkan dokumentasi dan siaran daring agar masyarakat dunia tetap dapat mengikuti fenomena tersebut.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga ukuran tampaknya lebih kecil dibandingkan Matahari. Kondisi inilah yang menciptakan efek cincin cahaya terang di sekeliling Bulan.

Sebagai informasi tambahan, masyarakat Indonesia masih berkesempatan menyaksikan gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Tanah Air.

Fenomena 17 Februari 2026 ini kembali menegaskan bagaimana konfigurasi posisi Bumi, Bulan, dan Matahari menghasilkan peristiwa langit yang spektakuler, sekaligus menjadi momentum penting bagi komunitas ilmiah global untuk memperdalam riset astronomi di kawasan ekstrem Antartika.

Sumber: Accanines



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya