Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GERHANA Matahari Cincin merupakan salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian publik karena tampilan Matahari yang terlihat seperti cincin bercahaya di langit. Fenomena ini terjadi akibat konfigurasi khusus antara Matahari, Bulan, dan Bumi dalam satu garis lurus.
Secara astronomi, gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, sehingga cahaya Matahari ke Bumi terhalang sebagian atau seluruhnya. Namun, tidak semua gerhana Matahari menghasilkan bentuk yang sama. Perbedaan jarak dan posisi ketiga benda langit tersebut menentukan jenis gerhana yang terlihat dari Bumi.
Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada pada titik apogee, yakni posisi terjauhnya dari Bumi. Pada kondisi ini, diameter tampak Bulan lebih kecil dibandingkan diameter tampak Matahari. Akibatnya, Bulan tidak mampu menutupi Matahari secara penuh, sehingga bagian tepi Matahari tetap terlihat dan membentuk cincin cahaya di sekeliling Bulan.
Meski tampak lebih redup dibandingkan Matahari biasa, cahaya Matahari saat gerhana cincin tetap sangat kuat dan berbahaya bagi mata jika dilihat langsung tanpa pelindung.
Selain gerhana Matahari cincin, terdapat beberapa jenis gerhana Matahari lainnya yang dikenal dalam astronomi:
Gerhana Matahari Total
Terjadi ketika Bulan berada cukup dekat dengan Bumi (perigee) sehingga mampu menutupi seluruh piringan Matahari. Pada saat puncak gerhana, langit dapat menjadi gelap dan korona Matahari terlihat jelas.
Gerhana Matahari Sebagian
Terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tidak berada tepat pada satu garis lurus. Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari, sehingga bentuk Matahari tampak seperti terpotong.
Gerhana Matahari Hibrida
Merupakan jenis gerhana langka yang pada sebagian wilayah tampak sebagai gerhana total, sementara di wilayah lain terlihat sebagai gerhana cincin. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kelengkungan Bumi.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi. Meski demikian, tidak semua wilayah Bumi dapat menyaksikan gerhana yang sama, karena gerhana hanya terlihat di jalur tertentu.
Gerhana Matahari, termasuk gerhana Matahari cincin, menjadi momen penting untuk edukasi astronomi dan pengamatan ilmiah, sekaligus mengingatkan manusia akan keteraturan dan keindahan alam semesta. (Cah/P-3)
BERBEDA dari tahun 2025 yang terasa kurang meriah akan fenomena gerhana matahari, tahun 2026 hingga 2028 nanti Bumi akan mengalami rangkaian gerhana ganda.
Gerhana Matahari Cincin yang terjadi hari ini menawarkan berbagai fenomena visual yang menarik dan tidak biasa.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Pada 17 Februari bertepatan dengan kemunculan Bulan baru. Momen ini juga diramaikan perayaan Tahun Baru Imlek dan bersiapnya sebagian umat menyambut Ramadan.
Simak panduan lengkap cara menyaksikan Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026. Meski tidak melintasi Indonesia, Anda tetap bisa menontonnya secara aman.
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Panduan lengkap cara melihat parade 6 planet sejajar akhir Februari 2026. Tips lokasi, waktu terbaik di Indonesia, dan alat yang dibutuhkan.
Temukan jadwal lengkap dan cara melihat parade 6 planet sejajar pada Februari 2026 dari wilayah Indonesia. Fenomena langka di awal Ramadan!
Telusuri kumpulan mitos gerhana matahari dari berbagai budaya dunia serta fakta ilmiah untuk membuktikan kebenarannya. Edukasi astronomi terlengkap.
Panduan Aman Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved