Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

5 Fenomena Menakjubkan saat Gerhana Matahari Cincin 2026

Muhammad Ghifari A
17/2/2026 23:16
5 Fenomena Menakjubkan saat Gerhana Matahari Cincin 2026
Gerhana matahari cincin(Freepik)

GERHANA Matahari Cincin yang terjadi hari ini menawarkan berbagai fenomena visual yang menarik dan tidak biasa. Berikut adalah lima perubahan luar biasa yang terjadi di langit selama peristiwa "Ring of Fire" ini.

1. Perubahan Spektrum Cahaya yang Aneh

Ketika bulan menutupi bagian tengah matahari, cahaya yang tersisa berasal dari tepi matahari (fotosfer luar). Hal ini menciptakan perubahan warna langit menjadi biru tua keabu-abuan atau perak yang redup, bukan gelap seperti malam. Fenomena ini menghasilkan cahaya yang berbeda dari biasanya dan menciptakan pemandangan yang luar biasa.

2. Bayangan Benda yang Lebih Tajam

Bagi pengamat di Afrika Selatan dan Amerika Selatan yang mengalami gerhana sebagian, bayangan benda di tanah akan terlihat lebih tajam dan aneh. Cahaya yang melewati celah-celah daun pohon memproyeksikan ribuan bentuk sabit kecil di atas tanah, menciptakan efek optik yang mengubah permukaan bumi menjadi layar proyektor raksasa.

3. Munculnya Benda Langit di Siang Hari

Pada puncak gerhana, sekitar pukul 19:12 WIB (untuk wilayah yang sedang mengalami siang hari), penurunan kontras cahaya memungkinkan planet Venus dan Jupiter muncul samar di langit. Ini memberi kita kesempatan langka untuk melihat tata surya dalam satu garis lurus secara visual tanpa teleskop.

4. Efek "Cincin Api" dan Distorsi Atmosfer

Di jalur utama gerhana, langit di sekitar matahari akan menampilkan cincin cahaya yang terang namun tipis. Perubahan kepadatan atmosfer yang terjadi selama gerhana menciptakan distorsi cahaya, membuat bintang-bintang di ufuk tampak sedikit bergetar. Selain itu, warna tembaga atau "langit kuning" di sepanjang garis cakrawala akan menyelimuti wilayah Antartika, menciptakan pemandangan seperti berasal dari planet lain.

5. Kejernihan Langit setelah Gerhana

Setelah bulan bergerak meninggalkan piringan matahari, langit akan terasa lebih jernih. Perubahan suhu yang terjadi selama gerhana membantu mengendapkan partikel debu halus di atmosfer, membuat warna biru langit setelah gerhana tampak lebih intens dan dalam. (Earthsky, Space, dan Belfast Live/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik