Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Februari Hadirkan Gerhana Matahari Cincin, Ini Penjelasan Ilmiahnya

N Apuan Iskandar
03/2/2026 11:13
Februari Hadirkan Gerhana Matahari Cincin, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Ilustrasi(pixabay)

FENOMENA astronomi kembali menarik perhatian pada Februari 2026 dengan terjadinya gerhana Matahari cincin pada 17 Februari. Peristiwa ini dikenal sebagai annular solar eclipse, yaitu kondisi ketika Bulan melintas di antara Bumi dan Matahari namun tidak menutupi piringan Matahari sepenuhnya. Akibatnya, Matahari tampak seperti cincin bercahaya di langit, sebuah pemandangan yang kerap disebut sebagai ring of fire.

Gerhana Matahari cincin terjadi saat Bulan berada pada fase Bulan baru dan berada di titik terjauh orbitnya dari Bumi atau mendekati apogee. Pada kondisi tersebut, diameter tampak Bulan lebih kecil dibandingkan Matahari, sehingga tidak mampu menutup seluruh permukaan Matahari. Fenomena ini berbeda dengan gerhana Matahari total, di mana Bulan sepenuhnya menutupi Matahari dan menciptakan kegelapan sesaat di siang hari.

Menurut perhitungan astronomi global, gerhana Matahari cincin 17 Februari 2026 memiliki jalur annularitas yang sangat terbatas. Jalur utama fenomena ini melintasi wilayah Antartika, menjadikannya hanya dapat diamati secara sempurna dari kawasan tersebut. Pada puncak gerhana, Bulan diperkirakan menutupi sekitar 96% piringan Matahari, dengan durasi fase cincin berlangsung sekitar dua menit. Kondisi ini membuat fenomena tersebut menjadi salah satu gerhana yang secara visual unik, meski sulit diakses oleh pengamat umum.

Di luar jalur annularitas, gerhana ini masih dapat diamati sebagai gerhana Matahari sebagian di beberapa wilayah belahan Bumi selatan, termasuk bagian selatan Afrika dan ujung Amerika Selatan. Namun, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana ini, baik secara cincin maupun sebagian, karena posisinya berada jauh dari jalur visibilitas.

Meski tidak dapat diamati langsung dari Indonesia, fenomena ini tetap menjadi perhatian komunitas astronomi dunia. Banyak lembaga sains dan komunitas pengamat langit menyediakan siaran langsung dan visualisasi daring agar masyarakat global tetap dapat mengikuti peristiwa tersebut. Gerhana Matahari juga sering dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk memahami dinamika orbit Bulan dan Matahari serta keteraturan gerak benda langit.

Fenomena gerhana Matahari cincin pada Februari 2026 menjadi pengingat bahwa peristiwa astronomi tidak selalu dapat disaksikan dari setiap lokasi di Bumi, namun tetap memiliki nilai ilmiah dan edukatif yang tinggi. Dengan teknologi modern, peristiwa langit langka ini tetap dapat dinikmati dan dipelajari, meskipun berada ribuan kilometer dari lokasi pengamatan utama. (wikipedia/time and date/space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya