Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

3 Prosedur Evakuasi yang Benar saat Gunung Berapi Meletus

Cornelius Juan Prawira
20/11/2025 14:59
3 Prosedur Evakuasi yang Benar saat Gunung Berapi Meletus
Langkah evakuasi yang benar saat berada di wilayah gunung berapi yang meletus.(Freepik)

Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang dikenal memiliki aktivitas vulkanik tinggi. Erupsi gunung berapi bisa terjadi tiba-tiba dan memicu berbagai bahaya seperti awan panas, hujan abu, lava, hingga gas beracun.

Karena itu, memahami langkah keselamatan saat berada di dekat zona erupsi sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga.

1. Langkah Evakuasi saat Gunung Meletus

Keselamatan adalah prioritas utama ketika terjadi erupsi. Segera lakukan tindakan berikut:

  • Evakuasi secepat mungkin menjauhi jalur luncuran awan panas atau aliran lava.
  • Hindari lembah dan aliran sungai karena dapat menjadi jalur lahar dan material vulkanik.
  • Ikuti jalur evakuasi resmi dari pemerintah atau tim SAR, dan pantau informasi dari posko pengamatan gunung api.
  • Jika terjebak di luar ruangan, cari tempat perlindungan yang kokoh dan hindari bangunan rapuh yang berisiko runtuh.

2. Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik & Gas Beracun

Hujan abu sering menyebar luas setelah erupsi. Abu vulkanik berbahaya bagi pernapasan, mata, dan kulit. Lindungi diri dengan cara berikut:

  • Gunakan masker N95, kain basah, atau sapu tangan untuk menyaring partikel abu.
  • Kenakan pakaian tertutup, topi, dan kacamata pelindung (goggles) untuk mencegah iritasi.
  • Saat berada di dalam rumah, tutup pintu/jendela dan matikan AC atau ventilasi agar abu tidak masuk.
  • Lindungi sumber air bersih dari kontaminasi abu.
  • Bersihkan atap rumah dari timbunan abu tebal untuk mencegah roboh.
  • Jika ada anggota keluarga dengan penyakit pernapasan, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

3. Tetap Waspada Terhadap Bahaya Sekunder

Ancaman tidak berhenti setelah erupsi utama. Masih ada risiko:

  • Lahar dingin saat hujan turun dan membawa material vulkanik ke aliran sungai.
  • Berkendara di tengah hujan abu yang dapat merusak mesin dan mengurangi jarak pandang secara ekstrem.

Tetap berada di tempat aman hingga otoritas resmi menyatakan kondisi sudah terkendali. Terus pantau informasi dari BPBD dan Pusat Krisis Kesehatan untuk memastikan keamanan. (pusatkrisis.kemkes.go.id, rsupsoeradji.id, dmc.dompetdhuafa.org, indonesiabaik.id, eigeradventure.com/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya