Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 17 Februari bertepatan dengan kemunculan Bulan baru. Momen ini juga diramaikan perayaan Tahun Baru Imlek dan bersiapnya sebagian umat menyambut Ramadan. Namun, ada fenomena langit lain yang menarik: gerhana Matahari cincin.
Gerhana ini akan tampak sebagai gerhana sebagian di sejumlah wilayah, termasuk Amerika Selatan, Afrika bagian selatan, serta wilayah perairan Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia, dan tentu saja sebagian besar Antartika. Secara keseluruhan, gerhana berlangsung sekitar 271 menit, dengan fase maksimum “cincin api” selama 2 menit 20 detik.
Jalur gerhana Matahari cincin hanya melintasi kawasan terpencil Antartika.
Sayangnya, gerhana Matahari cincin ini tidak dapat disaksikan dari Indonesia. Meski begitu, publik masih bisa menantikan fenomena lain, yakni gerhana Bulan total pada 3 Maret 2026.
Gerhana Matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di titik terjauh dari Bumi, yang disebut apogee, sehingga ukuran Bulan tampak sedikit lebih kecil. Saat Bulan melintas tepat di depan Matahari dalam kondisi ini, bayangan umbra tidak mencapai permukaan Bumi. Akibatnya, Bulan tidak menutupi Matahari sepenuhnya dan menyisakan lingkaran cahaya di tepinya, menciptakan efek “cincin api.”
Gerhana Matahari cincin berbeda dari gerhana Matahari total karena tidak memiliki fase totalitas (ketika Matahari tertutup penuh). Itulah sebabnya, melihatnya dengan mata telanjang tetap sangat berbahaya.
Gerhana Matahari cincin tidak aman dilihat tanpa pelindung mata khusus dengan filter Matahari. Bahkan saat gerhana, paparan radiasi ultraviolet dan inframerah tetap berisiko, tidak ada “dosis aman” untuk mata. Paparan sekecil apa pun dapat menyebabkan kerusakan penglihatan.
Penting: Jangan mengamati gerhana melalui kamera, teleskop, teropong, atau perangkat optik apa pun, meskipun memakai kacamata gerhana, karena risikonya meningkat tajam. (BarthSky, NASA, Time and Date/Z-10)
Sejumlah stasiun penelitian telah mengonfirmasi kesiapan observasi. Di antaranya adalah Stasiun Penelitian Concordia yang dikelola Prancis dan Italia, serta Stasiun Mirny milik Rusia
BERBEDA dari tahun 2025 yang terasa kurang meriah akan fenomena gerhana matahari, tahun 2026 hingga 2028 nanti Bumi akan mengalami rangkaian gerhana ganda.
Gerhana Matahari Cincin yang terjadi hari ini menawarkan berbagai fenomena visual yang menarik dan tidak biasa.
Tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin ini akan terletak pada Stasiun Concordia yang merupakan stasiun penelitian gabungan Prancis-Italia
BMKG Batam imbau masyarakat Kepri waspada gelombang tinggi 17 Februari 2026 saat Gerhana Matahari Cincin. Hujan ringan juga diprediksi terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved