Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Catat Waktu dan Tempatnya

Asha Bening Rembulan
06/2/2026 23:42
Fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Catat Waktu dan Tempatnya
Gerhana Matahari Cincin(Doc NASA)

PADA tanggal 17 Februari, bulan baru akan memicu gerhana matahari cincin. Gerhana ini dapat terlihat di Amerika Selatan, Afrika Selatan, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra Hindia, serta tentunya sebagian besar kawasan Antartika.

Gerhana matahari cincin ini menjadi awal dari gerhana bulan total yang akan terlihat pada 3 Maret nanti. Selain itu, terjadinya bulan baru pada 17 Februari nanti menandakan Tahun Baru Imlek dan Bulan Ramadan.

Gerhana matahari cincin diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 271 menit dengan waktu maksimum matahari memperlihatkan “cincin api” selama 2 menit 20 detik. Jalur gerhana matahari cincin hanya terlihat di bagian terpencil Antartika yang akan dimulai pada 16.56 WIB.

Gerhana matahari cincin mencapai puncak gerhana pada pukul 19.12 WIB  dan akan berakhir dengan gerhana parsial pada pukul 21.27 WIB. Meskipun wilayah Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana matahari cincin ini, Anda tetap dapat menyaksikan gerhana bulan total yang akan terjadi pada 3 Maret 2026 nanti.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari Cincin

Meskipun Bulan dan Matahari nampak berukuran sama di langit, ukuran  keduanya berubah seiring waktu disebabkan bentuk orbit Bulan mengelilingi Bumi bukanlah lingkaran sempurna dan begitu pula orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Ketika Bulan berada pada titik terjauh dari Bumi yang disebut sebagai apogee, ukurannya tampak sedikit lebih kecil dari biasanya. Jika Bulan melewati tepat di depan Matahari atau di dekat apogee, bayangan umbranya tidak mencapai Bumi.

Hal ini menyebabkan Bulan tidak tampak sepenuhnya menutupi Matahari. Sebaliknya, cincin cahaya matahari muncul disekitar Bulan dan menciptakan gerhana matahari cincin. Para astronom memberikan istilah tersebut karena merujuk pada cincin terluar permukaan matahari yang terlihat pada saat gerhana. 

Gerhana matahari cincin berbeda dari gerhana matahari total yang mana tidak memiliki periode totalitas ketika Bulan sepenuhnya menutupi sisi terang matahari sehingga menyaksikan gerhana ini dengan mata telanjang sangat berbahaya.

Oleh karena itu, melihat matahari bahkan saat gerhana, tetap dapat menyebabkan kerusakan mata sehingga diperlukan pelindung mata dengan filter matahari untuk menyaksikan gerhana matahari cincin pada 17 Februari nanti.

Sumber: EarthSky, NASA, Time and Date



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya