Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH tahun 2025 yang relatif tenang untuk gerhana, tahun 2026 nampaknya membawa kembali peristiwa langit yang spektakuler. Pada tahun 2026, Bumi memasuki era keemasan gerhana matahari dengan membawa tiga gerhana matahari total dan tiga gerhana matahari cincin.
Bagi para pemburu gerhana dan pengamat langit, tentunya rangkaian langka yang belum terjadi sejak 2008-2010 menawarkan banyak kesempatan untuk menyaksikan fenomena langit yang menakjubkan.
Peristiwa gerhana pertama di tahun 2026 ini akan terjadi pada 17 Februari mendatang yang mana 96% matahari akan tertutupi oleh Bulan selama 2 menit 20 detik. Gerhana ini hanya dapat terlihat di daerah terpencil Antartika.
Pada 28 Februari, Anda dapat menyaksikan enam planet di langit malam, yaitu Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter. Keenam planet ini akan muncul sesaat setelah matahari terbenam dengan total empat planet dapat dilihat dengan mata telanjang jika cuaca memungkinkan. Planet Uranus, Neptunus, dan Merkurius dapat disaksikan menggunakan alat bantu optik.
Fenomena langit yang kerap disebut dengan Blood Moon ini akan terjadi pada 3 Maret 2026. Daerah permukaan Bulan akan bersinar merah selama 58 menit dan dapat disaksikan di Amerika Utara, khususnya di daerah Pesisir Barat. Fenomena ini akan menjadi gerhana bulan total terakhir hingga tahun 2029 nanti.
Blue Moon atau Bulan Biru menandakan peristiwa langka terjadinya bulan purnama kedua dalam satu bulan. Bulan Biru yang langka ini diprediksi akan terjadi pada akhir Mei 2026 nanti.
Peristiwa ini merupakan fenomena planetarium istimewa lainnya yang dapat disaksikan pada tahun 2026. Konjungsi Venus dan Jupiter menandakan bahwa kedua planet tersebut akan nampak hanya berjarak selebar jari kelingking dan Anda dapat menyaksikan tanpa menggunakan teleskop. Fenomena ini terjadi pada 8-9 Juni 2026.
Fenomena langit ini merupakan salah satu hujan meteor tahunan terbaik yang akan melengkapi tahun 2026. Dengan adanya bulan baru di langit, Hujan Meteor Perseid dapat disaksikan di sebagian besar dunia dengan kondisi cuaca yang mendukung. Peristiwa ini akan terjadi pada 12-13 Agustus 2026.
Fenomena gerhana matahari ini akan terlihat di wilayah timur Greenland, Islandia bagian barat, dan Spanyol utara. Fase totalitas dari gerhana matahari total ini akan berlangsung selama 2 menit 18 detik di dekat Islandia dan menjadikannya gerhana matahari total pertama di Eropa semenjak 1999. Gerhana matahari total akan terlihat pada 12 Agustus 2026.
Gerhana bulan parsial menjadikannya gerhana terakhir pada tahun 2026. Fenomena ini akan terjadi pada 28 Agustus 2026 yang akan menampilkan 96% permukaan Bulan berubah menjadi merah, tetapi tidak akan terjadi gerhana total.
Selain fenomena Hujan Meteor Perseid, tahun 2026 juga akan diwarnai dengan Hujan Meteor Geminid. Fenomena ini akan memperlihatkan meteor “hijau” yang akan melintas di langit pada tanggal 13-14 Desember 2026.
Untuk menutup tahun, Supermoon akan terlihat di perayaan malam Natal. Fenomena ini terjadi ketika bulan purnama berada paling dekat dengan Bumi sehingga memperlihatkan Bulan yang lebih besar dan terang.
Sumber: Forbes, NASA
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena parade planet akan menghadirkan enam planet di langit malam pada akhir Februari.
Panduan lengkap cara melihat parade 6 planet sejajar akhir Februari 2026. Tips lokasi, waktu terbaik di Indonesia, dan alat yang dibutuhkan.
Temukan jadwal lengkap dan cara melihat parade 6 planet sejajar pada Februari 2026 dari wilayah Indonesia. Fenomena langka di awal Ramadan!
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Fenomena Gerhana Bulan Total atau Blood Moon akan menyapa Indonesia pada 3 Maret 2026. Simak jadwal lengkap, daftar wilayah, dan tips melihatnya di sini.
Meskipun terhalang, Bulan tidak akan menjadi gelap gulita. Atmosfer Bumi membiaskan cahaya merah matahari ke permukaan Bulan, yang membuatnya tampak berwarna jingga hingga merah gelap.
Tahun 2026 menghadirkan 4 fenomena gerhana matahari dan bulan. Cek jadwal lengkap dan satu-satunya gerhana yang bisa diamati dari Indonesia di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved