Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

4 Fenomena Gerhana Matahari dan Bulan 2026, Ada Blood Moon yang Terlihat di Indonesia

Cornelius Juan Prawira
07/1/2026 16:34
4 Fenomena Gerhana Matahari dan Bulan 2026, Ada Blood Moon yang Terlihat di Indonesia
Daftar fenomena gerhana matahari dan bulan yang akan terjadi sepanjang 2026.(Freepik)

Langit Siap Manjakan Mata, Ini 

Cornelius Juan Prawira – 7 Januari 2026

Jakarta, Media Indonesia – Tahun 2026 menjadi tahun yang istimewa bagi para pencinta astronomi. Berdasarkan data lansiran NASA Science dan prediksi visibilitas dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bumi akan mengalami empat fenomena gerhana sepanjang tahun ini, yang terdiri dari dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan.

Meski terjadi empat kali, tidak semua fenomena tersebut dapat disaksikan dari langit Nusantara. Sorotan utama bagi masyarakat Indonesia tahun ini adalah Gerhana Bulan Total atau Blood Moon yang diprediksi akan menghiasi langit malam pada bulan Maret.

Berikut adalah rincian lengkap, jadwal, dan lokasi pengamatan untuk empat fenomena gerhana di tahun 2026:

1. Gerhana Matahari Cincin (17 Februari 2026)

Fenomena pembuka tahun ini adalah Gerhana Matahari Cincin, yang sering dijuluki sebagai "Cincin Api". Mengutip NASA, fenomena ini terjadi ketika Bulan menutupi pusat Matahari namun menyisakan tepian luar yang bercahaya terang menyerupai cincin.

  • Status di Indonesia: Tidak Terlihat.
  • Wilayah Visibilitas: Jalur utama cincin api hanya akan melintasi wilayah terpencil di Antartika. Namun, fase gerhana sebagian dapat disaksikan dari ujung selatan Afrika, Amerika Selatan, dan sebagian kecil Samudra Hindia.

2. Gerhana Bulan Total / Blood Moon (3 Maret 2026)

Inilah fenomena yang paling dinanti oleh pengamat langit di Indonesia. Pada awal Maret, seluruh piringan Bulan akan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, menciptakan pemandangan Gerhana Bulan Total.

Berdasarkan data Time and Date, fase totalitas akan membuat Bulan tampak berwarna merah tembaga pekat. Warna ini muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi—sebuah fenomena yang dikenal sebagai Hamburan Rayleigh.

  • Status di Indonesia: TERLIHAT.
  • Waktu Pengamatan: Fenomena ini dapat diamati selepas Matahari terbenam. Wilayah Indonesia Timur akan mendapatkan pemandangan terbaik karena Bulan sudah berada cukup tinggi saat fase totalitas dimulai sekitar pukul 18.04 WIB hingga 19.02 WIB.
  • Wilayah Visibilitas: Asia, Australia, Samudra Pasifik, dan Amerika.

3. Gerhana Matahari Total (12 Agustus 2026)

Peristiwa ini digadang-gadang sebagai salah satu fenomena astronomi terbesar dekade ini bagi benua Eropa. NASA mencatat ini adalah Gerhana Matahari Total pertama yang melintasi daratan Eropa dalam beberapa dekade terakhir. Di jalur totalitas, langit siang hari akan berubah menjadi gelap gulita selama beberapa menit, memungkinkan lapisan korona Matahari terlihat dengan mata telanjang.

  • Status di Indonesia: Tidak Terlihat.
  • Wilayah Visibilitas: Jalur totalitas melintasi Greenland, Islandia, dan Spanyol. Sebagian wilayah Eropa lainnya, Afrika Utara, dan Amerika Utara hanya akan melihat gerhana matahari sebagian.

4. Gerhana Bulan Sebagian (28 Agustus 2026)

Menutup rangkaian gerhana tahun ini, Gerhana Bulan Sebagian akan terjadi pada akhir Agustus. Pada fenomena ini, hanya sebagian wajah Bulan yang tertutup oleh bayangan umbra Bumi, sehingga Bulan akan tampak seperti "tergigit".

  • Status di Indonesia: Tidak Terlihat (Siang Hari).
  • Wilayah Visibilitas: Fenomena ini terjadi saat siang hari di Indonesia, sehingga tidak dapat diamati. Wilayah yang beruntung menyaksikan fenomena ini meliputi Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika.

Tabel Ringkasan Jadwal Gerhana 2026

Untuk memudahkan Anda mencatat tanggal penting, berikut adalah ringkasan visibilitas gerhana tahun ini:

Tanggal Fenomena Visibilitas di Indonesia
17 Februari 2026 Gerhana Matahari Cincin Tidak Terlihat
3 Maret 2026 Gerhana Bulan Total TERLIHAT (Seluruh Wilayah)
12 Agustus 2026 Gerhana Matahari Total Tidak Terlihat
28 Agustus 2026 Gerhana Bulan Sebagian Tidak Terlihat (Siang Hari)

 

Bagi Anda yang ingin menyaksikan Gerhana Bulan Total pada 3 Maret mendatang, tidak diperlukan peralatan khusus seperti teleskop. Fenomena ini aman disaksikan dengan mata telanjang, namun penggunaan binokular akan memperjelas kontur kawah di permukaan Bulan saat warnanya berubah menjadi merah darah.

 

Sumber: NASA Science, Forbes, Time and Date.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya