Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Indonesia akan segera menyaksikan fenomena astronomi langka, yakni Gerhana Bulan Total atau yang populer disebut Blood Moon. Berdasarkan penjelasan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), peristiwa langit ini akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Menurut kutipan dari National Air and Space Museum, Gerhana Bulan Total terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sempurna. Pada posisi ini, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi, sehingga cahaya Matahari terhalang total.
Meskipun terhalang, Bulan tidak akan menjadi gelap gulita. Atmosfer Bumi membiaskan cahaya merah matahari ke permukaan Bulan, yang membuatnya tampak berwarna jingga hingga merah gelap. Fenomena inilah yang memberikan julukan Blood Moon.
NASA juga mengonfirmasi bahwa fenomena pada 3 Maret 2026 ini akan menjadi salah satu gerhana yang paling jelas diamati di berbagai belahan dunia.
NASA menyebutkan bahwa gerhana ini akan terlihat sangat jelas di wilayah Asia Timur, Australia, kawasan Samudra Pasifik, serta Amerika Utara dan Tengah. Sebaliknya, wilayah Afrika dan Eropa tidak akan bisa menyaksikan fenomena ini.
Untuk Indonesia sendiri, fenomena ini disebut sebagai Moonrise Eclipse. Artinya, saat Bulan terbit di ufuk timur, ia sudah dalam kondisi tertutup bayangan gerhana.
Berikut adalah rincian waktu kejadian agar Anda tidak melewatkan momen puncaknya:
Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang terbuka dan memiliki pandangan bebas ke arah timur. Karena Bulan terbit saat gerhana sudah berlangsung, sangat penting untuk tidak terhalang oleh gedung tinggi atau pohon di ufuk timur.
Fenomena ini aman dilihat langsung dengan mata telanjang, namun penggunaan kamera ponsel atau teropong akan membantu Anda menangkap detail warna merah pada permukaan Bulan dengan lebih jelas.
Sumber: Instagram BRIN, dan Universitas Surabaya
Bagi para pemburu gerhana dan pengamat langit, tentunya rangkaian langka yang belum terjadi sejak 2008-2010 menawarkan banyak kesempatan untuk menyaksikan fenomena
Tahun 2026 menghadirkan 4 fenomena gerhana matahari dan bulan. Cek jadwal lengkap dan satu-satunya gerhana yang bisa diamati dari Indonesia di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved