Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA astronomi langka Gerhana Bulan Total atau yang dikenal dengan sebutan Blood Moon akan kembali menyapa langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026. Peristiwa ini menjadi momen yang dinanti setelah sebelumnya Bumi melewati fenomena gerhana matahari cincin.
Fenomena ini dapat disaksikan dengan jelas di wilayah Asia Timur, Australia, hingga kawasan Pasifik. Di Indonesia, masyarakat berkesempatan menyaksikan seluruh fase gerhana dari sore hingga malam hari, asalkan kondisi cuaca mendukung.
Secara ilmiah, Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Hal ini menyebabkan bayangan umbra Bumi menutupi seluruh permukaan Bulan. Warna merah gelap atau jingga yang muncul disebabkan oleh fenomena hamburan Rayleigh.
Atmosfer Bumi menyaring cahaya Matahari dan hanya meneruskan spektrum warna merah ke permukaan Bulan. Semakin banyak polusi atau debu di atmosfer Bumi, warna merah yang dihasilkan pada permukaan Bulan biasanya akan terlihat semakin pekat.
Berdasarkan data astronomi (NASA dan Time and Date), berikut adalah rincian waktu dalam format Waktu Indonesia Barat (WIB) untuk setiap fase gerhana:
| Fase Gerhana | Waktu (WIB) |
|---|---|
| Awal Gerhana Penumbra | 15.44 WIB |
| Awal Gerhana Sebagian | 16.50 WIB |
| Awal Gerhana Total (Mulai Memerah) | 18.04 WIB |
| Puncak Gerhana Total | 18.33 WIB |
| Akhir Gerhana Total | 19.02 WIB |
| Akhir Gerhana Sebagian | 20.16 WIB |
| Akhir Gerhana Penumbra | 21.23 WIB |
Waktu kemunculan gerhana di setiap wilayah akan berbeda tergantung zona waktu masing-masing. Berikut adalah jadwal untuk beberapa kota besar:
Berbeda dengan gerhana matahari, Gerhana Bulan Total sangat aman dilihat dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Berikut tips untuk mendapatkan pengalaman terbaik:
Apakah Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 berbahaya bagi mata?
Tidak, gerhana bulan aman dilihat langsung tanpa kacamata khusus.
Berapa lama durasi Gerhana Bulan Total kali ini?
Fase totalitas (saat bulan berwarna merah penuh) akan berlangsung selama kurang lebih 58 menit.
Apakah fenomena ini bisa dipotret dengan HP?
Bisa, gunakan mode malam (night mode) dan tripod agar hasil foto bulan tidak blur atau goyang.
Meskipun terhalang, Bulan tidak akan menjadi gelap gulita. Atmosfer Bumi membiaskan cahaya merah matahari ke permukaan Bulan, yang membuatnya tampak berwarna jingga hingga merah gelap.
Bagi para pemburu gerhana dan pengamat langit, tentunya rangkaian langka yang belum terjadi sejak 2008-2010 menawarkan banyak kesempatan untuk menyaksikan fenomena
Tahun 2026 menghadirkan 4 fenomena gerhana matahari dan bulan. Cek jadwal lengkap dan satu-satunya gerhana yang bisa diamati dari Indonesia di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
Akhir pekan ini, tepatnya 23 Agustus 2025, terjadi black moon musiman. Momen langka bulan baru ketiga dalam musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved