Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Gerhana bulan total adalah salah satu fenomena astronomi yang paling ditunggu masyarakat di seluruh dunia. Saat peristiwa ini terjadi, Bulan akan tampak berwarna merah tembaga sehingga sering dijuluki sebagai “Blood Moon”. Untuk memahami fenomena ini, mari kita mengenal fase-fase gerhana bulan total dari awal hingga akhir.
Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga sinar Matahari terhalang sepenuhnya oleh Bumi. Bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan, membuatnya terlihat meredup hingga berubah warna menjadi merah.
Berbeda dengan gerhana matahari yang hanya bisa disaksikan di wilayah tertentu, gerhana bulan dapat dilihat dari seluruh sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari.
Gerhana bulan total memiliki beberapa fase yang berlangsung bertahap. Berikut urutannya:
Untuk mempermudah, berikut adalah urutan fase gerhana bulan total:
P1 - Awal Bulan masuk penumbra
U1 - Awal fase parsial (Bulan masuk umbra)
U2 - Awal totalitas
Puncak gerhana total - Bulan tampak merah (Blood Moon)
U3 - Akhir totalitas
U4 - Akhir fase parsial
P4 - Bulan keluar dari penumbra
Fenomena perubahan warna Bulan saat gerhana total dikenal sebagai Blood Moon. Warna merah ini muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi dibelokkan (dibiaskan) dan hanya spektrum merah yang mencapai permukaan Bulan.
Semakin banyak partikel debu atau polusi di atmosfer, semakin pekat warna merah yang terlihat.
Gerhana bulan total adalah fenomena langit yang indah dan dapat dinikmati tanpa alat khusus. Dengan memahami fase-fasenya, kita bisa lebih mengapresiasi keajaiban alam semesta ini. Mulai dari penumbra, parsial, hingga puncak totalitas, setiap tahap menyuguhkan pengalaman langit yang berbeda dan menakjubkan. (Z-10)
Sumber:
Tahun 2026 menghadirkan supermoon, gerhana matahari dan bulan, hujan meteor, serta parade planet yang sayang dilewatkan.
Komet antarbintang 3I/ATLAS terekam berubah hijau saat gerhana bulan total. Simak foto terbaru dan penjelasan ilmiahnya di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Tahun 2026 menghadirkan 4 fenomena gerhana matahari dan bulan. Cek jadwal lengkap dan satu-satunya gerhana yang bisa diamati dari Indonesia di sini.
Warga memadati Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk berburu momen langka gerhana bulan total atau blood moon, Minggu (7/9) malam.
Gerhana bulan total akan dimulai pada 7 September 2025 pukul 23.27 WIB hingga 8 September 2025 pukul 02.56 WIB.
P1 (Penumbra mulai) gerhana bulan total di Sumsel akan terjadi pukul 22.26 wib, Minggu malam.
Pada malam 7-8 September 2025, langit di sebagian besar belahan dunia akan menampilkan pertunjukan langit yang menakjubkan: gerhana bulan total atau blood moon.
Berdasarkan peta visibilitas yang dibuat BMKG seluruh proses gerhana dapat dilihat di bagian Barat Australia hingga sebagian besar Asia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved