Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Besok, Gerhana Bulan Total Bisa Dilihat di TMII

Asha Bening Rembulan
02/2/2026 22:20
Besok, Gerhana Bulan Total Bisa Dilihat di TMII
Ilustrasi(Doc NASA)

PADA malam tanggal 2-3 Maret 2026, gerhana bulan total tercatat akan melintasi Samudra Pasifik dan Amerika Utara bagian barat. Sebagian besar kawasan Amerika Utara dan Selatan dapat melihat sebagian gerhana, tetapi bulan akan terbenam sebelum gerhana berakhir. Sementara itu, Jepang, Selandia Baru, dan sebagian besar Australia dapat melihat seluruh peristiwa tersebut. 

Pada tanggal 3 Maret, gerhana bulan total dapat terlihat pada malam hari di Asia Timur dan Australia serta sepanjang malam di kawasan Pasifik. Di kawasan Asia Tengah, bulan akan terbit ketika gerhana sudah berlangsung.

Sayangnya, gerhana bulan tersebut tidak dapat terlihat di Eropa Timur, Afrika, dan Asia Barat. Meskipun demikian, gerhana bulan total yang diprediksi terjadi 3 Maret 2026 nanti dapat terlihat di Indonesia, tetapi hanya dapat terlihat pada bagian akhir gerhana karena ketika purnama terbit, gerhana bulan total sudah terjadi. 

Selama gerhana bulan total, bulan nampak berwarna merah gelap atau jingga. Hal ini disebabkan oleh planet Bumi yang menghalangi sebagian besar cahaya Matahari mencapai Bulan. Cahaya tersebut mencapai permukaan Bulan disaring melalui lapisan tebal atmosfer Bumi. Peristiwa ini memberikan ilusi bahwa semua matahari terbit dan terbenam di dunia diproyeksikan ke Bulan. Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang dan dapat dipotret dengan gawai tertentu.

Cara Menyaksikan Gerhana Bulan Total di TMII

Fenomena gerhana bulan total tersebut dapat diamati di Taman Mini Indonesia Indah, tepatnya di Indonesia Science Center. Untuk menyaksikan gerhana bulan total tersebut, pengunjung dapat membeli tiketnya terlebih dahulu. Dilansir dari website milik Taman Mini Indonesia Indah, tiket masuk TMII dapat dibeli seharga Rp 25.000,00 belum termasuk tiket masuk kendaraan. 

Indonesia Science Center atau disebut dengan PP-IPTEK dibangun sebagai wadah pembelajaran luar sekolah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat Indonesia. PP-IPTEK dipindah ke gedung baru di pusat kawasan timur TMII, menghadap Monumen Persahabatan KTT Non Blok.

PP-IPTEK menghadirkan 450 alat peraga sains dan teknologi interaktif yang dapat dimainkan sekaligus memiliki program sains yang menarik dan menyenangkan. Pertunjukan sains dan teknologi tersebut mencakup demonstrasi roket air, sains, dan tesla coil. Alat peraga dan program sains tersebut dapat memberikan pengalaman belajar sains dan teknologi yang mudah dan menyenangkan.

Tentunya, gerhana bulan total tersebut dapat disaksikan secara maksimal di PP-IPTEK dengan adanya kelengkapan peraga sains dan teknologi interaktif. Fenomena gerhana bulan total dapat disaksikan secara lebih dramatis dengan mencari lingkungan yang gelap dan jauh dari cahaya terang serta dilengkapi dengan teropong atau teleskop untuk meningkatkan pandangan.

Sumber: BRIN Indonesia, EarthSky, NASA, Taman Mini Indonesia Indah



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya