Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Fenomena gerhana bulan total 3 Maret 2026 diprediksi menjadi salah satu peristiwa astronomi terbesar tahun ini. Observatorium Astronomi Itera (OAIL) membuka sesi pengamatan gerhana bulan total untuk masyarakat umum dan komunitas sains di Lampung.
Gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Posisi ini membuat bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan sepenuhnya.
Gerhana bulan total terjadi saat seluruh piringan Bulan masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi. Pada fase puncaknya, Bulan tidak tampak hitam gelap, melainkan berubah menjadi merah tembaga. Fenomena ini dikenal luas sebagai blood moon.
Menurut NASA, fase totalitas gerhana diperkirakan berlangsung sekitar 58 menit, sebagai bagian dari rangkaian gerhana yang mencakup fase penumbra dan parsial dengan total durasi sekitar 5 jam 38 menit.
Seluruh proses ini dapat diamati tanpa alat khusus. Namun, penggunaan teleskop atau teropong (binokular) akan membantu melihat detail permukaan Bulan dengan lebih jelas.
Berdasarkan laporan astronomi internasional, gerhana bulan total ini dapat diamati dari:
Sementara itu, wilayah Eropa dan Afrika tidak dapat menyaksikannya secara langsung.
Karena skalanya yang luas, banyak komunitas astronomi dunia menjadwalkan pengamatan bersama, diskusi sains, dan sesi edukasi publik.
Fenomena ini juga disebut sebagai salah satu gerhana total terakhir yang signifikan sebelum siklus berikutnya menjelang akhir 2028, sehingga minat observasi tahun ini cukup tinggi.
Observatorium Astronomi Itera yang berada di bawah naungan Institut Teknologi Sumatera telah mengumumkan rencana pengamatan terbuka dengan titik utama di Gedung Kuliah Umum (GKU) 2.
Tim OAIL akan menggunakan sejumlah teleskop, termasuk:
Pengamatan ini terbuka untuk umum dengan kapasitas terbatas dan difokuskan pada dokumentasi fase gerhana serta edukasi astronomi.
Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan total aman dilihat dengan mata telanjang tanpa kacamata khusus.
Selama fase totalitas, permukaan Bulan akan tampak merah atau tembaga akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Cahaya merah diteruskan dan jatuh ke permukaan Bulan, sementara cahaya biru tersebar ke luar angkasa.
Pengamat di Lampung yang mengikuti sesi di Itera dapat menyaksikan tahapan gerhana secara berurutan:
Momen ini memberi gambaran langsung tentang dinamika sistem Bumi–Bulan–Matahari dalam satu garis lurus. (Space, NASA, Institut Teknologi Sumatera)
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
Fenomena Gerhana Bulan Total atau Blood Moon akan menyapa Indonesia pada 3 Maret 2026. Simak jadwal lengkap, daftar wilayah, dan tips melihatnya di sini.
Meskipun terhalang, Bulan tidak akan menjadi gelap gulita. Atmosfer Bumi membiaskan cahaya merah matahari ke permukaan Bulan, yang membuatnya tampak berwarna jingga hingga merah gelap.
Pada tanggal 3 Maret, gerhana bulan total dapat terlihat pada malam hari di Asia Timur dan Australia serta sepanjang malam di kawasan Pasifik.
Tahun 2026 menghadirkan supermoon, gerhana matahari dan bulan, hujan meteor, serta parade planet yang sayang dilewatkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved