Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Ini Dia Niat, Tata Cara, dan Keutamaan Salat Gerhana 3 Maret 2026

Abi Rama
02/3/2026 20:41
Ini Dia Niat, Tata Cara, dan Keutamaan Salat Gerhana 3 Maret 2026
Ilustrasi salat gerhana.(Dok. Freepik)

FENOMENA alam langka berupa gerhana bulan total diprediksi akan menyapa langit Indonesia pada Selasa (3/2) besok. Bagi umat Muslim, peristiwa ini bukan sekadar fenomena astronomi, tetapi juga momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat gerhana atau salat khusuf.

Gerhana bulan total atau blood moon terjadi saat posisi Bumi, Matahari, dan Bulan sejajar, sehingga cahaya Matahari terhalang oleh Bumi dan hanya cahaya merah yang terpantul ke Bulan. Fenomena ini menjadi kesempatan penting bagi umat Muslim untuk melaksanakan ibadah salat Khusuf (salat gerhana bulan).

Hukum Salat Gerhana

Menurut ajaran Islam, Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf) memiliki hukum sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Anjuran ini didasarkan pada hadits Nabi yang menegaskan bahwa fenomena gerhana merupakan tanda kebesaran Allah, dan ketika melihatnya, umat Islam dianjurkan untuk berdoa dan salat.

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salattlah, dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Salat Gerhana Bulan (Khusuf)

Ibadah Salat Khusuf berbeda dengan salat sunnah biasa karena memiliki ciri khas dua kali rukuk dalam setiap rakaat. Berikut urutan secara singkat menurut sumber fikih yang diakui:

1. Niat

Sebelum memulai salat, niatkan dalam hati:

Arab (Imam):
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatal khusuf al qamari rak’ataini imaman lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

(Niat bisa disesuaikan jika dilakukan sebagai makmum atau sendiri.)

2. Pelaksanaan Salat Gerhana

Salat dilakukan 2 rakaat, dengan tata cara sebagaimana berikut:

- Takbiratul ihram
- Baca Al-Fatihah lalu surat panjang 
- Ruku pertama yang panjang
- Bangun, baca Al-Fatihah lagi dan surat lain
- Ruku’ kedua
- Sujud dua kali (seperti salat biasa)
- Ulangi urutan di atas untuk rakaat kedua
- Tasyahud dan salam

Ciri utama salat ini adalah adanya dua kali rukuk per rakaat, sehingga totalnya adalah 2 rakaat, 4 ruku, dan 4 sujud.

3. Amalan Pendukung

Selain salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak:
- Doa dan istighfar
- Takbir dan dzikir
- Sedekah dan taubat

Fenomena gerhana diingatkan bukanlah pertanda buruk, tetapi momen untuk merenungi kebesaran Allah SWT.

Keutamaan Salat Gerhana

Salat gerhana bukan sekadar ritual ibadah, melainkan menjadi sarana untuk bertakwa kepada Allah. Ibadah ini mengajarkan umat untuk senantiasa mengingat kebesaran Allah SWT ketika menyaksikan tanda-tanda ciptaan-Nya di alam semesta. 

Melalui salat gerhana, umat Islam juga diajak untuk menolak berbagai takhayul, termasuk anggapan bahwa gerhana berkaitan dengan kematian atau kelahiran seseorang, sebuah keyakinan yang telah ditegaskan tidak benar oleh Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, momentum gerhana mendorong umat untuk memperbanyak doa, memperkuat keimanan, melakukan introspeksi diri, serta meningkatkan amal kebaikan sebagai bentuk ketundukan kepada Allah SWT.

(NASA Science, Kemenag/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya